Darilaut – Tahun ini, Hari Burung Migrasi Sedunia (World Migratory Bird Day) yang diperingati dua kali dalam setahun, pada 10 Mei dan 11 Oktober membawa pesan utama dan upaya konservasi untuk burung migran.
Setiap komunitas baik di perkotaan hingga pedesaan dapat memainkan peran penting dalam mendukung burung bermigrasi.
Menurut Worldmigratorybirdday.org melalui perencanaan kota yang baik dan dengan mengadopsi praktik ramah burung seperti menciptakan habitat yang sehat, mengurangi polusi, dan mencegah tabrakan dengan jendela kaca dan benda bangunan lainnya, masyarakat dapat berkontribusi secara signifikan pada kesejahteraan burung yang bermigrasi.
Perluasan perkotaan dan lingkungan buatan manusia, jika tidak dikelola dengan benar, menimbulkan ancaman signifikan bagi burung-burung ini.
Hal ini dapat menyebabkan hilangnya habitat dan meningkatkan risiko seperti tabrakan fatal dengan bangunan dan kaca.
Setiap orang dapat melindungi burung dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya mereka bagi kesehatan planet dan ekosistemnya. Ini dapat dilakukan melalui perencanaan yang baik pada pembangunan perkotaan berkelanjutan yang menghindari penyebaran dan perusakan habitat, serta upaya kolaboratif dengan tetangga, sekolah, dan organisasi local.
Dengan membawa alam kembali ke kota-kota dan bekerja sama, warga dan pejabat terpilih bersama-sama membantu lingkungan alam dan mengurangi efek negatif urbanisasi terhadap keanekaragaman hayati.
Burung Bermigrasi
Hari Burung Migrasi Sedunia adalah kampanye global yang berfungsi sebagai mercusuar untuk upaya konservasi yang bertujuan melindungi burung yang bermigrasi dan perjalanan mereka melintasi perbatasan.
Dengan dirayakan dua kali setahun—pada bulan Mei dan Oktober— Hari Burung ini mencerminkan sifat siklus migrasi dan periode puncak yang bervariasi di belahan bumi utara dan selatan.
Setiap tahun, di Hari Burung Migrasi Sedunia, memilih tema sentral untuk menginspirasi tindakan dan memusatkan upaya global untuk melestarikan habitat dan kesejahteraan burung yang bermigrasi.
Pertengahan November 2024, bertempat di Bonn (Jerman), Boulder (Colorado, AS) Incheon (Korea Selatan), para mitra mengumumkan tema kampanye Hari Burung Migrasi Sedunia 2025 untuk menciptakan kota dan komunitas yang ramah burung.
Lokasi ini mewakili markas besar organisasi yang terlibat dalam kampanye: Convention on the Conservation of Migratory Species (CMS) di Bonn, Environment for the Americas (EFTA) di Boulder dan East Asian-Australasian Flyway Partnership (EAAFP) di Incheon.
Tema 2025 menggarisbawahi kebutuhan mendesak akan kota ramah burung, menggabungkan wawasan ilmiah dengan langkah-langkah praktis bagi individu dan komunitas untuk mendukung makhluk luar biasa ini.
