Pesona Dermaga Luluo: Keindahan Laut, Nelayan dan Kehangatan Masyarakat Pesisir Kabupaten Gorontalo

Dermaga dan pesisir dengan menggunakan drone di Desa Luluo, Kecamatan Biluhu, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. FOTO: TIM MEDIA KREATIF PESISIR GORONTALO 2026

Oleh Annisa Dwi Rahmayanti Wibowo

Dermaga bukan sekadar tempat tambat perahu-perahu nelayan yang pulang melaut, melainkan juga untuk menikmati panorama alam dan keindahan gelombang laut yang tenang.

Salah satunya di dermaga di Desa Luluo, Kecamatan Biluhu, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, yang berada di pesisir Teluk Tomini.

Dermaga Luluo menyajikan perpaduan antara pesisir dan keindahan alam laut yang membentang di sekelilingnya.

Bentang panorama laut dan perbukitan yang menjulang tinggi menjadi latar belakang pemukiman masyarakat pesisir. Hamparan laut biru yang tenang dan luas memberikan pemandangan lepas pantai yang menenangkan.

Laut menyimpan potensi bahari yang melimpah dan menjadi rumah bagi komoditas perikanan bernilai tinggi. Potensi perikanan ini menjadikan kawasan pesisir sebagai salah satu tempat penangkapan utama.

Komoditas ekonomis tinggi seperti ikan cakalang dan tuna melengkapi kekayaan perairan Desa Luluo dan menjadi komoditas menjanjikan bagi nelayan setempat.

Aktivitas melaut para nelayan mengandalkan pembacaan navigasi dan pemahaman mengenai pergerakan arus yang menjadi kunci utama keberhasilan mereka dalam penangkapan hasil laut secara maksimal.

Daya tarik alam dan hangatnya suasana bersama warga pesisir meninggalkan kesan mendalam bagi tim KKN UGM Pesisir Gorontalo. Tak terbatas pada mahasiswa yang bertugas di Desa Luluo, Tim KKN dari Desa Botuboluo hingga Lobuto Timur datang berkunjung ke dermaga untuk melepas penat dan menikmati keindahan laut bersama warga pesisir.

Berenang pada pagi hari dan memancing bersama warga pesisir dari sore hingga malam menjadi kenangan berkesan yang tak terlupakan di tepian dermaga Luluo.

“Jaga Bahala” menjadi simbol kehangatan yang selalu hadir dalam ingatan dan menyatukan mereka dalam ikatan kekeluargaan yang erat.

Keindahan momen saat menikmati matahari terbenam bersama teman-teman pesisir menjadi salah satu kenangan berharga yang melengkapi perjalanan pengabdian mereka.

Dermaga Luluo tidak hanya sebagai sarana transportasi dan aktivitas melaut, tetapi juga sebagai simbol perpaduan antara keindahan alam, kelimpahan sumber daya, dan kehangatan interaksi masyarakatnya.

Dermaga Luluo menjadi rumah bagi siapa saja yang datang mencari ketenangan dan kehangatan di pesisir Gorontalo. (Annisa Dwi Rahmayanti Wibowo, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Gadjah Mada – UGM 2026 di Gorontalo)

Pemandangan sebagian pesisir dan pegunungan dengan menggunakan drone di Desa Luluo, Kecamatan Biluhu, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. FOTO: TIM MEDIA KREATIF PESISIR GORONTALO 2026
Debur ombak dan nelayan saat menangkap ikan di pinggiran pantai Luluo, Kecamatan Biluhu, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. FOTO: TIM MEDIA KREATIF PESISIR GORONTALO 2026
Nelayan saat menangkap ikan di pinggiran pantai Luluo, Kecamatan Biluhu, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. FOTO: TIM MEDIA KREATIF PESISIR GORONTALO 2026
Nelayan saat menangkap ikan di pinggiran pantai Luluo, Kecamatan Biluhu, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. FOTO: TIM MEDIA KREATIF PESISIR GORONTALO 2026
Rumpon nelayan di Teluk Tomini. FOTO: TIM MEDIA KREATIF PESISIR GORONTALO 2026
Pemandangan dermaga dan pegunungan dengan menggunakan drone di Desa Luluo, Kecamatan Biluhu, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. FOTO: TIM MEDIA KREATIF PESISIR GORONTALO 2026
Exit mobile version