Polda Gorontalo Gelar Doa Bersama dan Penggalangan Bantuan untuk Korban Gempa M 7,7 di NTT

Polda Gorontalo menggelar doa lintas agama untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). FOTO: HUMAS POLDA GORONTALO

Darilaut  –  Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo menggelar doa bersama dan penggalangan bantuan untuk korban gempa bumi magnitudo (M )7,7 di Laut Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)

Kegiatan ini dilaksanakan pada apel pagi yang dirangkaikan dengan doa bersama lintas agama untuk masyarakat NTT yang tengah menghadapi dampak bencana gempa bumi.

Melansir Tribratanews.gorontalo.polri.go.id kegiatan dipimpin langsung Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Drs. Widodo, diikuti Wakapolda Gorontalo, pejabat utama, serta seluruh personel Polda Gorontalo.

Perwakilan dari sejumlah agama turut mengambil bagian dalam rangkaian doa sebagai bentuk kebersamaan dan penghormatan terhadap nilai kemanusiaan.

Kapolda Gorontalo menekankan bahwa tugas anggota Polri memiliki dimensi kemanusiaan yang tidak terpisahkan dari pelayanan kepada masyarakat. Ketika terjadi bencana, perhatian dan dukungan moral dari berbagai pihak menjadi sangat berarti bagi para korban maupun keluarga yang terdampak.

Musibah yang dialami saudara-saudara kita di NTT merupakan duka bersama. Mari kita panjatkan doa agar mereka diberikan kekuatan dan keselamatan dalam menghadapi kondisi tersebut, kata Kapolda Gorontalo.

Doa bersama dipanjatkan untuk keselamatan masyarakat yang berada di wilayah terdampak, khususnya mereka yang masih berada dalam kondisi sulit akibat bencana.

Selain itu, doa juga ditujukan kepada personel kepolisian yang berada di lapangan agar senantiasa diberikan kesehatan dan kelancaran dalam membantu proses penanganan bencana.

Polda Gorontalo juga membuka ruang bagi seluruh personel untuk memberikan bantuan melalui donasi sukarela. Setiap anggota diberikan kesempatan untuk berkontribusi tanpa adanya kewajiban maupun penetapan jumlah tertentu.

Penggalangan bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana. Bantuan yang terkumpul akan disalurkan melalui jalur yang telah ditentukan agar dapat diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

Kapolda Gorontalo mengajak seluruh personel untuk menjadikan momentum tersebut sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap sesama.

“Sekecil apa pun bantuan yang kita berikan, apabila dilakukan dengan ketulusan dan kebersamaan, tentu akan memiliki arti bagi saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh khidmat. Seluruh personel mengikuti rangkaian doa dengan penuh perhatian, menunjukkan bahwa semangat pengabdian anggota Polri tidak hanya berkaitan dengan tugas kepolisian, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan kemanusiaan.

Melalui kegiatan ini, Polda Gorontalo berharap dukungan moril maupun bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat NTT. Semangat kebersamaan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Polri untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial serta memperkuat hubungan dengan masyarakat.

Data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Selasa (18/8) pukul 18.00 WIB, 70 orang meninggal dunia dan 1.182 orang luka-luka. Tercatat 40.040 orang (16.411 KK) mengungsi.

Rumah yang mengalami kerusakan 11.925. Rumah rusak berat 5.516, rumah rusak sedang 1.916 dan rumah rusak ringan 4.493.

BNPB juga mencatat lebih dari 1290 fasilitas publik dan perkantoran terdampak. Seperti fasilitas pendidikan, kesehatan, kantor pemerintah, rumah ibadah. Selain itu, fasilitas irigasi, gudang Bulog, jalan, jembatan, pasar dan fasilitas umum lainnya.

Exit mobile version