Jakarta – Posko moda transportasi laut masih akan diperpanjang hingga H+15, sementara untuk transportasi darat, udara, dan kereta api ditutup.
Secara resmi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menutup Posko Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu 2019M/1440 H, Jumat (14/6).
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi selaku inspektur upacara pada apel penutupan menyampaikan apresiasi kegiatan angkutan lebaran ini diselenggarakan secara baik, sehingga angka kecelakaan menurun secara siginifikan dibandingkan dengan tahun 2018 lalu.
Atas capaian tersebut, Menhub Budi mengapresiasi pihak-pihak terkait penyelenggaraan angkutan lebaran yaitu diantaranya TNI, Polri, Kementerian PUPR, Kementerian Kesehatan, Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, Basarnas, BMKG, dan lainnya atas koordinasi yang berjalan dengan baik sehingga angkutan lebaran tahun 2019 ini bisa berjalan dengan kondusif.
“Saya secara pribadi serta atas nama Kementerian Perhubungan menyampaikan terima kasih kepada para stakeholder TNI, Polri, Kementerian PUPR, Kementerian Kesehatan, Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, Basarnas, BMKG, RAPI serta banyak pihak lain yang saya tidak bisa sebutkan satu persatu. Hendaknya hal ini menjadi suatu contoh dalam keseharian kita untuk menjaga kekompakan, solidaritas dalam melayani masyarakat agar masyarakat mendapatkan yang terbaik,” kata Budi.
Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R Agus H Purnomo, perbedaan waktu penutupan posko disebabkan faktor pelayaran kapal dari satu titik ke titik lainnya memakan waktu lebih lama, bila dibandingkan moda transportasi lainnya. Sehingga ditetapkan Posko Angkutan Laut Lebaran dimulai lebih dahulu dan berakhir belakangan yaitu dari H-15 sampai H+15 atau hingga 21 Juni 2019.
“Secara umum Kemenhub mencatat terjadi penurunan angka kecelakaan mencapai 71 persen dari tahun 2018, termasuk di moda transportasi laut,” kata Agus di Posko Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu 2019M/1440 H.*
