Al Mandous mengapresiasi berbagai capaian BMKG dalam pengembangan sistem observasi dan layanan meteorologi. Ia menilai Indonesia memiliki pengalaman yang kuat dalam pengelolaan jaringan radar cuaca yang dapat menjadi pembelajaran bagi negara lain.
“Saya melihat Indonesia memiliki kapasitas dan pengalaman yang sangat baik dalam pengelolaan jaringan radar cuaca,” ujarnya.
Jaringan radar merupakan komponen fundamental dalam layanan meteorologi, dan kami melihat peluang besar untuk mengembangkan kolaborasi di bidang ini, kata Al Mandous, didampingi Director of Institutional Development NCM Ibrahim Al Hosani, International Affairs Specialist NCM Monikumar Ramakrishnan, serta Advisor to President WMO Mary Power.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa kunjungan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya tantangan cuaca, iklim, dan geofisika yang dihadapi berbagai negara di dunia.
Bagi negara-negara seperti Indonesia dan Uni Emirat Arab, kerja sama di bidang sains, teknologi, dan sistem peringatan dini memainkan peran krusial dalam upaya bersama untuk melindungi masyarakat dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan, kata Faisal.
Menurut Faisal, WMO memiliki peran strategis dalam memperkuat kerja sama internasional melalui pertukaran data, pengetahuan, dan keahlian di bidang cuaca, iklim, dan sumber daya air. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kapasitas negara anggota dalam menghadapi risiko bencana yang terus meningkat akibat perubahan iklim dan cuaca ekstrem.




