Selasa, Agustus 18, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Transportasi di Kepulauan Sulit dan Mahal

redaksi
23 Juli 2018
Kategori : Berita
0
Tol laut

Pelabuhan Tanjung Perak sebagai pelabuhan pangkal/asal dengan rute ke Indonesia Timur. FOTO: KEMENHUB

Surabaya – Guru besar dari Universitas Pattimura Ambon, Dr Marcus Tukan mengatakan, transportasi di wilayah kepulauan sangat sulit dan mahal, minim infrastruktur ekonomi dan perdagagan berkembang dengan lambat. Karena itu, pembangunan trasportasi di wilayah kepulauan sangat penting.

“Jika ini tidak direncanakan dengan baik, akan menjadi beban dan menciptakan ekonomi biaya tinggi,“ kata Marcus dalam diskusi kelompok terfokus (FGD) yang diselenggarakan Kemenhub, Senin (23/7). FGD ini mengambil tema “Evaluasi Kegiatan Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik Untuk Angkutan Barang Di Laut Dan Pengembangan Trayek Tol Laut.”

Marcus mengatakan dimensi transportasi sangat berkorelasi terhadap potensi ekonomi wilayah, khususnya infrastruktur yang “bergerak” baik pada moda darat, laut dan udara. Di Kepulauan, ekonomi berbiaya tinggi dengan income per kapita yang rendah. Di sisi lain, terdapat kemiskinan struktural dan keterbelakangan.

Karena itu, penting komitmen pemerintah pusat, propinsi dan kabupaten/kota untuk membangun dengan karya nyata. “Bukan dengan retorika kampanye yang hanya meninggalkan janji, bukan fakta,” kata Marcus.

Marcus menyarankan perlu menciptakan keseimbangan kargo dengan membangun industri pengolahan dan Pariwisata sesuai karakteristik dan potensi wilayah. Kemudian, membangun konektivitas pelayaran rakyat sebagai armada semut dan Pelni secara proporsional, sesuai kapasitas Kapal. Selanjutnya, diperlukan peningkatan fasiltas pelabuhan dan jaringan konektivitas pelayaran di pulau-pulau.

Menurut Marcus, kondisi geografis wilayah sangat berdampak pada pembangunan dan pengembangan yang cenderung dipengaruhi oleh karakteristik perbedaan potensi sumber daya dan ketersediaan infrastruktur.

Sistim transportasi harus disusun pada aspek-aspek perencanaan kebutuhan, perencanan jaringan prasarana dan pelayanan, penetapan alat angkut, rute, dan kebutuhan infrastruktur.

Narasumber lainnya Syarifuddin Dewa menjelaskan bahwa dengan Tol Laut terjadi konektivitas yang efektif, berupa kapal yang melayari secara rutin dan terjadwal dari Barat sampai ke Timur Indonesia. Kapal ini dapat menjangkau dan mendistribusikan logistik ke daerah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan.

Tujuannya, kata Syarifuddin, untuk menjamin ketersediaan barang dan mengurangi disparitas harga, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, disparitas harga ini belum tercapai. Konektivitas ini masih kurang optimal dan efektif.

Seperti dalam muatan Tol Laut tahun 2017, mencapai 212.865 ton. Jumlah ini hanya 41,2 persen dari target 517.200 ton. “Realisasi muatan baliknya hanya 20.274 ton atau 3,9 persen dari target 517.200 ton,” ujar Syarifuddin.

Contoh yang lain, kata Syarifuddin, jadwal Tol Laut di Natuna dua minggu sekali. Dengan jadwal yang cukup lama tersebut, membuat ikan harus dibekukan atau diawetkan dahulu. Jika ikan dijual segar maka harga jualnya bisa tinggi.*

Tags: KemenhubTol Laut
Bagikan9Tweet5KirimKirim
Previous Post

Tol Laut Belum Berdampak Terhadap Disparitas Harga

Next Post

Tiga Mahasiswa IPB Ciptakan Lamun Sebagai Penghambat Kanker Serviks

Postingan Terkait

Apakah Dunia Kini Mengalami Lebih Banyak Gempa Bumi?

Apakah Dunia Kini Mengalami Lebih Banyak Gempa Bumi?

18 Agustus 2026
Gempa Sangat Kuat Dalam Sehari di NTT, Sumut dan Sulteng Tidak Saling Berkaitan

Gempa Sangat Kuat Dalam Sehari di NTT, Sumut dan Sulteng Tidak Saling Berkaitan

18 Agustus 2026

Tsunami Akibat Gempa NTT di Laut Flores M 7,7 Menjangkau 16 Lokasi 4 Provinsi

Fakultas Teknik Terima 842 Mahasiswa Baru, Terbanyak di UNG  

Mahasiswa Baru Fakultas Sastra dan Budaya UNG Memperoleh Pemahaman Mengenai Riset dan Kolaborasi International

Gempa NTT, BMKG Catat 1624 Aftershock

The Story of a Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Student Shaken by the M 7.7 Earthquake and Tsunami in NTT

Semangat Kemerdekaan, Rektor UNG: Terus Belajar, Ciptakan Inovasi dan Penelitian yang Bermanfaat

Next Post
Tiga Mahasiswa IPB Ciptakan Lamun Sebagai Penghambat Kanker Serviks

Tiga Mahasiswa IPB Ciptakan Lamun Sebagai Penghambat Kanker Serviks

Komentar tentang post

TERBARU

Apakah Dunia Kini Mengalami Lebih Banyak Gempa Bumi?

Gempa Sangat Kuat Dalam Sehari di NTT, Sumut dan Sulteng Tidak Saling Berkaitan

Tsunami Akibat Gempa NTT di Laut Flores M 7,7 Menjangkau 16 Lokasi 4 Provinsi

Fakultas Teknik Terima 842 Mahasiswa Baru, Terbanyak di UNG  

Mahasiswa Baru Fakultas Sastra dan Budaya UNG Memperoleh Pemahaman Mengenai Riset dan Kolaborasi International

Gempa NTT, BMKG Catat 1624 Aftershock

AmsiNews

REKOMENDASI

Plankton, Arsitek Tak Terlihat yang Membentuk Kehidupan di Bumi

Biologi dan Ekologi Hiu Paus

4 Bakal Paslon Mendaftar di KPU Kabupaten Gorontalo

Gempa Kuat M6,4 Guncang Taiwan

WMO: Gelombang Panas Serentak Menghantam Bumi Utara

BMKG Modifikasi Cuaca Untuk Mengisi 35 Waduk di Pulau Jawa

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.