Menurut Prof. Eduart, kemitraan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan yang dapat mendorong inovasi, memperluas akses pendidikan, sekaligus mempersiapkan mahasiswa menjadi warga global.
Kerja sama dengan industri mampu memastikan kurikulum selaras dengan kebutuhan pasar kerja, kata Prof. Eduart.
Sementara kemitraan internasional membuka ruang pembelajaran lintas budaya yang kaya, sehingga mahasiswa dapat menghadapi dunia yang semakin kompleks dan saling terhubung.
“Jadikan konferensi dua hari ini sebagai titik awal lahirnya kolaborasi yang lebih bermakna,” kata Prof. Eduart yang juga Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
“Semoga HEPCON 2025 menghadirkan dampak berkelanjutan, tidak hanya bagi pendidikan tinggi, tetapi juga masyarakat luas.”




