Darilaut – Pusat Hidro-oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) terpilih secara aklamasi sebagai ketua North Indian Ocean Hydrographic Commission (NIOHC) ke-20 tahun 2021 – 2023. Sebelumnya, Pushidrosal sebagai Wakil Ketua (Vice Chairman) NIOHC 2019-2021.
NIOHC atau Komisi Hidrografi Samudra Hindia Utara merupakan bagian dari International Hydrographic Organization (IHO). IHO, Organisasi Hidrografi Internasional terbentuk sejak 1921 atau berulang tahun ke-100 pada 21 Juni 2021.
Adapun pertemuan ke-20 NIOHC berlangsung secara daring selama 3 hari, tanggal 13-15 Juli 2021. Pushidrosal terpilih sebagai ketua, di hari ke-3 pertemuan.
Pushidrosal mengikuti pertemuan melalui video conference dari ruang Hydrographic Data Centre (HDC) Mako Pushidrosal.
Berdasarkan keputusan bersama, seperti yang dilansir Pushidrosal.id, disepakati Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua NIOHC disetujui secara aklamasi untuk ditetapkan menjadi Ketua NIOHC menggantikan Sri Lanka.
Komandan Pushidrosal, Laksamana Madya Dr Agung Prasetyawan MAP dalam sambutannya yang dibacakan oleh Aspamkersamtas Pushidrosal Danpushidrosal Kolonel Laut (E) Dr Yanuar Handwiono, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh negara anggota atas kepercayaannya dan ucapan terimakasih kepada Srilanka yang telah melaksanakan tugas sebagai ketua NIOHC pada periode waktu 2019-2021.
Pertemuan yang dipimpin oleh Chairman NIOHC Rear Admiral YN Jayarathne dari Sri Lanka ini, diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari Direktur IHO, Negara Anggota NIOHC (Member, Associate Member dan Observer) serta beberapa kontributor dan ahli.
Mengutip laman Iho.int, negara anggota yang mengikuti pertemuan ke-20 ini masing-masing: Bangladesh, Egypt, India, Indonesia, Myanmar, Pakistan, Saudi Arabia, Sri Lanka, Thailand, United Kingdom.
Kemudian negara anggota asosiasi (associate member states) masing-masing France, Mauritius, Oman, dan USA. Untuk negara observer Jordan, Maldives dan Yaman. Peserta lainnta representatif dari IHO.
Delegasi Pushidrosal dipimpin oleh Aspamkersamtas mewakili Komandan Pushidrosal, didampingi oleh Paban Kersam dan Pabandya Kersam Luar Negeri Pushidrosal.
Agenda dan kegiatan pada pertemuan tersebut di antaranya penyampaian National Report oleh tiap negara anggota NIOHC.
Pada sesi National Report ini bertujuan untuk menyampaikan informasi perkembangan yang telah dicapai oleh Lembaga Hidrografi masing-masing negara anggota terkait dengan penyelenggaraan kemampuan survei hidrografi.
Kegiatan capacity building maupun kontribusi lembaga hidrografi pada bidang lain pada lingkup nasional maupun regional seperti Search and Rescue (SAR) dan tanggap bencana alam.
Pada sesi National Report, Aspamkersamtas Danpushidrosal menyampaikan capaian kegiatan oleh Pushidrosal sebagai lambaga hidrogafi nasional Indonesia. Negara lainnya yang menyampaikan laporan antara lain, Inggris, Pakistan, Sri Lanka, Prancis dan India.
Selanjutnya, tanggapan berupa apresiasi atas peran aktif Indonesia dalam program capacity building. Baik dalam hal pengiriman personel untuk mengikuti kegiatan capacity building di negara tersebut maupun menjadi tuan rumah kursus dan pendidikan hidrografi oleh negara anggota yang lainnya.
Agenda lainnya pada pertemuan NIOHC ke 20 ini adalah penyampaian laporan hasil sidang dewan IHO, sidang majelis IHO dan berbagai program kerja IHO oleh Direktur IHO Abri Kampfer.
Selanjutnya, penyampaian proposal Mauritius untuk dapat menjadi anggota tetap di NIOHC.
Selain itu, penyampaian perkembangan komite dan kelompok kerja/working group di NIOHC yang meliputi North India Chart Coordination Working Group (NICCWG), NIOHC Capacity Building dan NIOHC Statute Working Group, serta laporan koordinator NAVAREA VIII yang disampaikan oleh India dan koordinator NAVAREA IX yang disampaikan oleh Pakistan.
Rangkaian agenda kegiatan pertemuan ke-20 NIOHC diakhiri dengan penyerahan secara simbolis bendera kepemimpin NIOHC oleh Sri Lanka kepada Indonesia sebagai ketua NIOHC tahun 2021-2023.
Organisasi Hidrografi
Organisasi Hidrografi Internasional bekerja untuk memastikan bahwa semua laut, samudra, dan perairan dunia dapat dilayari, disurvei dan dipetakan. Hal ini untuk mendukung keselamatan navigasi dan perlindungan lingkungan laut.
Pentingnya hidrografi ini sebagai cabang ilmu terapan yang berhubungan dengan pengukuran dan deskripsi fitur, fisik lautan, daerah pesisir, danau dan sungai. Kemudian, memprediksi perubahan dari waktu ke waktu, untuk tujuan utama keselamatan navigasi.
Termasuk untuk mendukung semua kegiatan kelautan lainnya, seperti pembangunan ekonomi, keamanan dan pertahanan, penelitian ilmiah, dan perlindungan lingkungan.
Selain mendukung navigasi kapal yang aman dan efisien, hidrografi menopang hampir setiap aktivitas lain yang terkait dengan laut, termasuk: eksploitasi sumber daya perikanan, mineral, perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, penetapan batas laut.
Selanjutnya, infrastruktur data spasial laut nasional, rekreasi berperahu, pertahanan dan keamanan maritim, pemodelan genangan banjir dan tsunami, pengelolaan wilayah pesisir, pariwisata dan ilmu kelautan.
