Jakarta – Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) melakukan survei dan pemetaan, serta updating peta laut di perairan Tidore, Maluku Utara. Survei berlangsung sejak 14 Februari lalu hingga 4 April 2019.
Selama ini, peta yang digunakan di perairan Tidore, masih peninggalan Belanda. Peta tersebut, hasil survei pada 1923 yang belum diperbaharui.
Updating peta perairan Tidore ini sekaligus persiapan Kota Tidore Kepulauan yang telah ditetapkan sebagai tuan rumah pertemuan ke-10 Global Network of Magelhaen Cities (GNMC) 2019. Tidore sebagai tuan rumah setelah ditetapkan dalam pertemuan GNMC ke-9 di Kota Sevilla, Spanyol akhir Januari 2019 lalu.
Dengan demikian, pada 2021 nanti, Kota Tidore akan menjadi lokasi pelaksanaan Sail Tidore & peringatan 500 Tahun Ekspedisi Magelhaens Elcano.
Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr Ir Harjo Susmoro mengatakan, terdapat tiga titik posko yang dipasang alat pasang surut dan stasion pengamatan pada perairan Kota Tidore, yaitu di Pelabuhan Trikora, Maitara dan Perairan Ternate di Pantai Jikolamo.
Selama lebih kurang 50 hari, Tim survei Pushidrosal dibawah pimpinan Komandan Unit Survei Letkol (Laut) Agus Hendra Gunawan, melaksanakan kegiatan pengumpulan dan pengolahan data.
Data ini meliputi kedalaman (pemeruman), pencitraan dasar laut, pengukuran arus, pengukuran ketebalan sedimentasi, pengambilan contoh dasar laut, pengamatan meteorologi, dan verifikasi verifikasi toponimi.
Data tersebut selanjutnya akan divalidasi dan diolah di Pushidrosal untuk menghasilkan updating peta laut nomor 385 perairan Tidore terbaru. Hasil updating ini menjadi acuan Sailing Pass dan Parade Circumnavigation Magelhaen Elcano maupun kegiatan Sail Tidore tahun 2021 nanti.*
