Pushidrosal Verifikasi Titik Dasar di Perbatasan dan Pulau Terluar

Dr Ir Harjo Susmoro

Kepala Pushidrosal Laksamana Muda TNI Dr Ir Harjo Susmoro MH. FOTO: DEWANHIDROGRAFI.ID

Jakarta – Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) mengirim tim verifikasi Titik Dasar di perbatasan dan pulau-pulau kecil terluar (PPKT) di Nusa Tenggara Timur.

“Survei verifikasi posisi koordinat titik dasar merupakan elemen penting bagi penetapan zone batas maritim negara,” kata Kapushidrosal Laksda TNI Dr Harjo Susmoro MH.

Menurut Kapushidrosal, dengan data yang diperoleh dari hasil survei hidro – oseanografi di Pulau Sumba dapat digunakan dalam mendukung aspek teknis perundingan batas maritim RI dengan negara tetangga. “Karena dari titik dasar itulah wilayah kedaulatan dan hak berdaulat RI ditentukan,” ujarnya.

Verifikasi base point di perbatasan dan PPKT Pulau Sumba, dilaksanakan dengan mengirim tim unit survei ke daerah tersebut. Kegiatan ini dipimpin Dan Unit Survei Mayor Laut (P) Jaenal Mutakim.

Tugas pokok tim melaksanakan survei dan pemetaan hidro-oseanografi. Verifikasi dilakukan pada posisi koordinat dua titik dasar sebagai batas negara RI dengan Negara Australia, yakni nomor 124 dan 125 dan pengecekan titik referensi.

Data yang diperoleh ini akan digunakan untuk updating Peta Laut Indonesia di perairan Sumba dan sekitarnya.
Kapushidrosal mengharapkan pasca penetapan titik dasar pemerintah pusat atau pemerintah daerah perlu terus memantau dan memelihara keberadaan titik dasar dan titik referensi tersebut.

Tim Verifikasi telah diberangkatkan pertengahan Oktober 2018. Pelaksanaan survei akan berlangsung selama 50 hari.

Tim membawa peralatan survei hidro-oseanografi terkini yang dimiliki Pushidrosal, seperti peralatan pendeteksi bawah air Echosounder untuk mendeteksi kedalaman. Selain itu, Side Scan Sonar untuk menggambarkan citra permukaan dasar laut, alat pengukur arus dan gelombang laut. Kemudian, alat pengukur pasang surut.*

Exit mobile version