Ragam Pesona Pulau Lilito di Laut Sulawesi, Gorontalo Utara

Olah raga alam bebas panjat tebing (rock climbing) pemandangan matahari dan pantai di Pulau Lilito, Kecamatan Sumalata, Gorontalo Utara. FOTO-FOTO: KOLEKSI NOVITA J. KIRAMAN

Darilaut – Gorontalo Utara memiliki pantai terpanjang dan pulau-pulau kecil di Laut Sulawesi yang menyimpan sejuta keindahan.

Keindahan di pesisir dan bawah laut itu, digandrungi masyarakat, wisatawan lokal, hingga wisatawan asing.

Dari sejumlah destinasi wisata di Gorontalo Utara yang sudah dikenal orang, ternyata masih banyak keindahan tersembunyi lainnya yang belum tersorot mata manusia.  

Salah satunya pulau indah yang tersembunyi di Desa Buloila, Kecamatan Sumalata, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.

Pulau tersembunyi ini bernama Lilito. Namun tak jarang banyak juga masyarakat setempat yang menyebutnya Pulau Lito. Pulau ini kemudian dikenal dengan sebutan Lito atau Lilito.

Dari Kota Gorontalo ke Desa Buloila dapat ditempuh melalui perjalanan darat tiga sampai empat jam.

Sementara untuk mencapai lokasi di Pulau Lilito, jarak tempuh dari pantai yang ada di Desa Buloila sekitar 30 menit dengan menggunakan perahu katinting.

Pulau Lilito di Laut Sulawesi memiliki pantai berpasir putih. Secara administrasi Pulau Lilito berada di Desa Buloila, Kecamatan Sumalata, Gorontalo Utara. FOTO: KOLEKSI NOVITA J. KIRAMAN

Apabila pengunjung menggunakan perahu dengan mesin tempel jarak tempuh akan lebih cepat, kisarannya sekitar 15 menit-an.

Tidak perlu merogoh kocek banyak. Cukup dengan bujet Rp 20.000 per orang, biaya ini sudah termasuk penyewaan pulang-pergi.

Dengan harga demikian, pengunjung atau wisatawan sudah bisa melihat dan merasakan langsung pemandangan pasir indah nan bersih, sunrise dan sunset yang hadir ketika matahari tepat berada di ufuk timur dan barat.

Pulau Lilito meski letaknya tersembunyi, menyimpan keindahan yang dapat memanjakan lahiriah mata setiap pengunjung.

Pulau ini mempunyai ragam bentuk pasir yang akan berubah-ubah setiap bulan Desember dan pesona di bulan lainnya.

Biasanya, nelayan setempat sering memanfaatkan pulau ini sebagai tempat persinggahan di kala mereka merasa penat saat beraktivitas di laut.

Pulau Lilito kemudian mulai didatangi pengunjung yang ingin bepergian untuk menikmati pantai dan laut.

Namun, ada beberapa kendala bepergian ke tempat ini, seperti tidak ada tempat berteduh bagi wisatawan.

Adakalanya, pengunjung datang ke tempat ini dengan membawa dan mendirikan tenda sendiri.

Pengunjung mendirikan tenda di atas pantai berpasir putih di Pulau Lilito, Kecamatan Sumalata, Gorontalo Utara. FOTO: KOLEKSI NOVITA J. KIRAMAN

“Pulau ini bagus, hanya saja tidak ada tempat untuk berteduh,” kata Jikran, warga setempat, pada Senin (15/4).

Selain indah untuk menikmati pantai, sunrise dan sunset, pasir putih dan pemandangan laut lainnya, di Pulau Lilito sangat cocok untuk pengembangan rock climbing (panjat tebing) dan flying fox (permainan meluncur).

Rencana pemerintah setempat untuk membuat wahana wisata Desa Buloila untuk pengelolaan pulau jangka panjang hingga kini belum terealisasi.

“Rencana mau dibuat wahana, pemerintah setempat setuju. Hanya saja sampai sekarang belum terealisasikan,” kata Jikran.

”Wahana yang mau dibuat yaitu panjat tebing dan flying fox.” (Novita J. Kiraman)

Exit mobile version