Pulau Lilito meski letaknya tersembunyi, menyimpan keindahan yang dapat memanjakan lahiriah mata setiap pengunjung.
Pulau ini mempunyai ragam bentuk pasir yang akan berubah-ubah setiap bulan Desember dan pesona di bulan lainnya.
Biasanya, nelayan setempat sering memanfaatkan pulau ini sebagai tempat persinggahan di kala mereka merasa penat saat beraktivitas di laut.
Pulau Lilito kemudian mulai didatangi pengunjung yang ingin bepergian untuk menikmati pantai dan laut.
Namun, ada beberapa kendala bepergian ke tempat ini, seperti tidak ada tempat berteduh bagi wisatawan.
Adakalanya, pengunjung datang ke tempat ini dengan membawa dan mendirikan tenda sendiri.

“Pulau ini bagus, hanya saja tidak ada tempat untuk berteduh,” kata Jikran, warga setempat, pada Senin (15/4).
Selain indah untuk menikmati pantai, sunrise dan sunset, pasir putih dan pemandangan laut lainnya, di Pulau Lilito sangat cocok untuk pengembangan rock climbing (panjat tebing) dan flying fox (permainan meluncur).
Rencana pemerintah setempat untuk membuat wahana wisata Desa Buloila untuk pengelolaan pulau jangka panjang hingga kini belum terealisasi.
“Rencana mau dibuat wahana, pemerintah setempat setuju. Hanya saja sampai sekarang belum terealisasikan,” kata Jikran.
”Wahana yang mau dibuat yaitu panjat tebing dan flying fox.” (Novita J. Kiraman)




