Darilaut – Ratusan penerbangan di bandara Naha, Okinawa, Jepang, dibatalkan pada Selasa (1/8) dan Rabu (2/8) hari ini karena Topan Super (Super Typhoon) Khanun membawa angin kencang dan hujan deras. Ratusan ribu warga yang tinggal di Okinawa diminta untuk mencari tempat perlindungan saat topan mendekat.
Hingga Rabu Observatorium Hong Kong masih menempatkan Khanun sebagai Topan Super, sementara Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA) angin topan yang sangat kuat, saat bergerak di selatan dan selatan barat daya Okinawa.
Pada pukul 02.00 pagi, Topan Super Khanun berpusat sekitar 90 kilometer selatan-barat daya Okinawa, kata Observatorium Hong Kong.
Sistem ini diperkirakan bergerak ke barat-barat laut dengan kecepatan sekitar 12 kilometer per jam melintasi Kepulauan Ryukyu dan menuju sekitar Laut Cina Timur.
Observatorium memberikan catatan ada ketidakpastian sehubungan dengan pergerakan selanjutnya.
Pada Rabu pukul 02.45, menurut JMA, Khanun dengan bergerak ke barat-barat laut dengan kecepatan 10 km per jam (6 knot). Tekanan udara pusat 930 hPa (hektopaskal).
Area badai dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih berada di timur 280 km (150 NM) dan barat 220 km (120 NM).
Area angin kencang dengan kecepatan angin 30 knot atau lebih di timur laut 600 km (325 NM) dan barat daya 500 km (270 NM).
Prediksi JMA pada Rabu siang, Khanun masih sebagai angin topan yang sangat kuat. Kondisi cuaca ekstrem seperti ini diperkirakan akan bertahan hingga Kamis (3/8).
Kantor Berita Kyodo News (Kyodonews.net) melaporkan sekitar 315.700 orang diminta untuk berlindung atau mengungsi karena topan mendekati Okinawa.
Topan Khanun telah menghentikan penerbangan yang dijadwalkan berangkat dari dan tiba di Bandara Naha Okinawa pada hari Selasa, menurut operator bandara. Beberapa maskapai penerbangan telah memutuskan untuk membatalkan penerbangan mereka untuk hari Rabu.
Badan Meteorologi Jepang telah meminta orang-orang di Okinawa untuk tetap waspada terhadap tanah longsor dan banjir dan mendesak mereka untuk tetap tinggal di dalam rumah.
Japantimes.co.jp melaporkan topan kuat yang melanda Jepang selatan pada hari Selasa memicu pembatalan ratusan penerbangan.
Japan Airlines dan All Nippon Airways mengatakan lebih dari 74.000 penumpang secara total akan terpengaruh oleh pembatalan penerbangan pada hari Selasa dan Rabu.
Nippon Hoso Kyokai (NHK) melaporkan pada hari Rabu, puncak hembusan dapat mencapai 234 kilo meter per jam di wilayah Okinawa. Angin yang kuat bisa menghancurkan beberapa rumah.
Topan tersebut juga berpotensi membawa hujan deras disertai petir di wilayah tersebut. Dalam periode 24 jam hingga Rabu sore, curah hujan sebanyak 200 milimeter diperkirakan terjadi di wilayah Okinawa, dan 120 milimeter di Amami. Lebih banyak curah hujan kemungkinan akan terjadi hingga Kamis.
Para pejabat memperingatkan banjir di daerah pesisir kedua wilayah itu akibat gelombang badai yang diperkirakan terjadi saat air pasang penuh.
Para pejabat memperingatkan tanah longsor, banjir dan sungai meluap. Mereka mendesak orang untuk berlindung di bangunan kokoh sebelum angin dan hujan semakin kuat.
Selama 6 jam terakhir, menurut Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama – Joint Typhoon Warning Center (JTWC) Topan Khanun dengan nama lokal Filipina “Falcon” terletak 133 km selatan Pangkalan Udara Kadena, dan telah bergerak ke barat-barat laut dengan kecepatan 15 km per jam (8 knot).
Sistem ini dapat membawa gelombang dengan tinggi maksimum 14,3 meter (47 feet).
Sumber: Hong Kong Observatory, Japan Meteorological Agency/JMA, Kyodonews.net, Japantimes.co.jp dan Nippon Hoso Kyokai (NHK), dan Zoom.earth/JTWC
