Ratusan Ribu Rumah Tanpa Listrik Setelah Badai Franklin Meninggalkan Republik Dominika

Badai Tropis (Tropical Storm) Franklin mendarat di selatan Barahona, Republik Dominika, Kamis (24/8). GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut – Badai Tropis (Tropical Storm) Franklin yang berada di dekat Kepulauan Turks dan Caicos telah bergerak ke timur-timur laut, pada Jumat (25/8).

Badai ini menyebabkan ratusan ribu rumah di Republik Dominika tanpa aliran listrik dan lebih dari 1,6 juta orang tanpa air. Sedikinya 120 saluran air tidak berfungsi.

Sistem ini membawa hujan deeras Republik Dominika, setelah mendarat di negara tersebut.

Menurut National Hurricane Center (NHC) Badai Tropis Franklin lebih terorganisir pada 24 Agustus. Intensitas badai ini 60 mph (50 knot).

Franklin sudah mulai bergerak ke timur laut, dengan kecepatan diperkirakan 040/6 knot. Pergerakan ke timur-timur laut akan berlanjut.

Dalam waktu 48 jam, sistem ini diperkirakan akan berbelok tajam ke utara. Franklin diperkirakan akan terus melakukan intensifikasi secara bertahap.

Data awal Pejabat di Republik Dominika telah mencatat kerusakan yang ditimbulkan oleh Badai Tropis Franklin dan menewaskan dua orang.

Badai ini menimbulkan kerusakan pada tanaman dan rumah setelah banjir besar.

The Associated Press melaporkan lebih dari 670 rumah terkena dampak badai, menurut angka awal pemerintah, dan 24 komunitas terputus akibat hujan lebat.

Tim mengevakuasi lebih dari 3.300 orang pindah ke tempat yang lebih tinggi sebelum badai terjadi, dan 352 warga lainnya mencari perlindungan di tempat perlindungan pemerintah.

Ini adalah badai ketujuh dalam musim badai Atlantik, yang berlangsung dari 1 Juni hingga 30 November. Badai kedelapan, Gert, menghilang pada hari Selasa.

Pada 10 Agustus, Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (National Ocean and Atmospheric Administration) memperbarui prakiraannya dan memperingatkan bahwa musim badai tahun ini akan berada di atas normal.

Sumber: NHC dan The Associated Press (apnews.com)

Exit mobile version