Rayakan HUT ke-37, Ilmu Kelautan Unsrat Sukses Menggelar Berbagai Kegiatan

HUT ke-37 program studi Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unsrat, pada Kamis (15/5) di Manado. FOTO: PANITIA HUT ke-37 IK

Darilaut – Program Studi Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado sukses menggelar berbagai kegiatan dalam rangkaian hari ulang tahun (HUT) yang ke-37.

Ketua Panitia HUT ke-37, Roger Lantang (Angkatan 1997), mengatakan, puncak acara perayaan ini berlangsung penuh suka cita dan kebanggaan, berlangsung di auditorium FPIK, pada Kamis (15/5).

Alumni Ilmu Kelautan Unsrat di Manado dan dari berbagai daerah menghadiri langsung maupun secara online menyambut dengan antusias kegiatan ini. Begitu pula dengan para dosen yang menggawangi Ilmu Kelautan Unsrat turut memeriahkan acara.

HUT ke-37 program studi Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unsrat dihadiri para alumni secara offline dan online, pada Kamis (15/5). FOTO: PANITIA HUT ke-37 IK

Sejumlah dosen yang menghadiri acara dan telah mengabdikan diri bagi perkembangan Ilmu Kelautan, di antaranya, Dr. Gybert E. Mamuaya, Prof. Dr. Rizald M. Rompas, Prof. Farnis B. Boneka, Prof. Dr. Remy E.P Mangindaan, Prof. Dr. Inneke FM Rumengan, Prof. Dr. Janny D. Kusen, dan masih banyak lagi.

Dalam sambutannya, Roger mengingatkan pentingnya semangat “Si Tou Timou Tou” (manusia hidup untuk memanusiakan manusia) ”sebagai nilai dasar civitas academica Ilmu Kelautan,” ujarnya.

Dekan FPIK Unsrat, Stenly Wullur, Ph.D, turut memberikan apresiasi kepada para lulusan prodi Ilmu Kelautan.

“Lulusan kami tidak hanya dibekali ilmu kelautan, tetapi juga memiliki soft skill yang berguna di berbagai bidang pekerjaan,” ujarnya.

Program Studi Ilmu Kelautan Unsrat pertama kali menerima mahasiswa pada tahun 1988 dan telah menghasilkan banyak lulusan.

Salah satu pendiri Prodi Ilmu Kelautan Unsrat, Gybert E. Mamuaya, menyampaikan kebanggaannya melihat perkembangan para mantan mahasiswanya.

”Lulusan kami” ada yang menjadi Bupati Halmahera Tengah Ikram M. Sangadji (Angkatan 1988), Presiden Direktur perusahaan tambang David Sompie (Angkatan 1988), perwira tinggi TNI AL Kolonel Laut (KH) Florendo Jacobus (Angkatan 1988), hingga pejabat di lembaga internasional-Deputy Director CTI Christovel Rotinsulu (Angkatan 1990), ”Ini bukti bahwa ilmu kelautan membuka banyak peluang,” ujarnya.

Salah satu pendiri program studi Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unsrat, Gybert E. Mamuaya, bersama mahasiswa Ilmu Kelautan Angkatan 1989. FOTO: IK UNSRAT 1989

Dalam sesi berbagi pengalaman David Sompie, mengisahkan perjalanan karirnya di industri tambang meski berlatar belakang ilmu kelautan.

“Tuhan punya rencana indah di balik semua ini,” ujarnya.

Begitu pula dengan Aryanto Husein (angkatan 1988), Kadis Pariwisata Provinsi Gorontalo, berbagi pengalaman tentang perjalanan karirnya. Sementara Dennie S. Mamonto (angkatan 1990), Safeguards Officer (Environment) di Asian Development Bank (ADB), menceritakan pengalaman berharganya di dunia internasional.

Selain Roger Lantang sebagai ketua, panitia lainnya yang mengawal HUT ke-37 Ilmu Kelautan Unsrat, Verdinand T. Gedoan (sekretaris), Dr. Indri S. Manembu (bendahara) dan Wilmy E. Pelle Ph.D (seksi acara), Maikel Eman (seksi dana) dan Danie Oroh (pembantu umum).

Exit mobile version