Darilaut – Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Prof. Dr. Eduart Wolok, mengukuhkan 701 wisudawan terbaik yang telah meraih gelar akademik.
Pengukuhan lulusan dari 11 fakultas tersebut melalui prosesi wisuda ke 51 untuk program doktor, magister, profesi, sarjana dan diploma tahun 2024.
Prosesi pengukuhan dilaksanakan di Auditorium UNG, pada Sabtu (3/8). Rektor memimpin langsung prosesi tersebut didampingi Ketua Senat UNG Prof. Dr. Rauf A Hatu, serta para anggota senat universitas.
Rektor menyampaikan rasa bangga dan haru kepada 701 wisudawan, yang telah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan di kampus kerakyatan UNG dengan penuh kerja keras dan dedikasi.
Keberhasilan menyelesaikan pendidikan menjadi bukti nyata bahwa kerja keras, disiplin dan semangat belajar dapat menghasilkan pencapaian luar biasa dengan gelar akademik ini.
“Hari ini momen bersejarah bagi wisudawan dan juga kami sebagai pendidik di UNG. Kalian wisudawan telah membuktikan kemampuan dan ketekunan dalam menempuh pendidikan di UNG. Selamat atas pencapaian luar biasa kalian,” kata Rektor.
Menurut Rektor tidak semua orang bisa berkesempatan melanjutkan di jenjang pendidikan tinggi, sehingga wisudawan yang dikukuhkan UNG kali ini merupakan orang terpilih yang telah memiliki modal besar untuk menggapai masa depan yang gemilang.
“Modal itu adalah diri kalian saat ini, dan ilmu yang kalian peroleh selama di UNG menjadi bekal untuk menghadapi tantangan di dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat,” ujar Rektor.
Wisudawan Daerah Terjauh
Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo tidak hanya berasal dari daerah yang ada di sekitar Provinsi Gorontalo.
Resta Dayanti Dakhi menjadi wisudawan dengan asal daerah terjauh pada Wisuda ke-51 UNG.
Resta berasal dari Kabupaten Nias Utara, Provinsi Sumatera Utara. Untuk mencapai Gorontalo, dibutuhkan 2 hari perjalanan dari kampung halamannya.
“Setelah sampai di Gorontalo, ada salah satu yang membuat saya agak susah untuk menyesuaikan diri di Gorontalo salah satunya itu bahasa,” ujarnya.
Resta mengatakan bahwa dialek Gorontalo sangat berbeda dengan dialeknya. Teman-teman kelasnya berusaha untuk menyesuaikan dengan dialeknya.
Rektor mengapresiasi Resta yang sudah datang dari Nias untuk berkuliah di UNG.
