Ribuan Rumah Terendam Banjir di Sejumlah Wilayah di Indonesia

Ilustrasi banjir. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Intensitas curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan banjir di sejumlah wilayah di Indonesia. Ribuan rumah terendam banjir tersebut, pekan lalu.

Di Desa Karangligar Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, hujan menyebabkan meluapnya aliran sungai Cidawolong dan Kedunghurang, pada Sabtu (16/7).

Pusat Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan hingga air masih menggenangi sebagian rumah warga, dan warga masih bertahan di rumah masing masing.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang melakukan kaji cepat di lokasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait melakukan evakuasi warga yang harus di evakuasi.

Terdapat sekitar 200 KK / 1.192 jiwa terdampak dan 304 unit rumah, 2 unit fasilitas ibadah, dan 3 unit fasilitas umum terendam banjir dengan ketinggian antara 10 hingga 100 cm. Belum ada laporan korban jiwa maupun masyarakat yang mengungsi akibat kejadian ini.

Di Kabupaten Garut, Jawa Barat, banjir melanda 20 desa pada Sabtu (16/7). Tidak ada laporan korban jiwa atau pun luka-luka akibat insiden ini.

Banjir berdampak pada 142 KK atau 478 jiwa, sedangkan warga masih mengungsi sebanyak 109 KK.

Mereka yang mengungsi berada di beberapa titik, seperti RSUD dr. Slamet dan rumah kerabat. Selain berdampak pada warga, banjir mengakibatkan sejumlah kerusakan.

Tercatat rumah rusak berat sebanyak 9 unit, sedangkan terdampak 295 unit. Selain itu, infrastruktur terdampak berupa fasilitas Pendidikan 2 unit, fasilitas umum 4 unit, dan akses jalan terputus di Kampung Ujung. Pantauan petugas menyebutkan genangan di jalan tersebut antara 10 – 70 cm.

Banjir melanda wilayah Kota Depok, Jawa Barat, pada Sabtu (16/7). Hujan lebat yang mengguyur sejak dini hari memicu banjir hingga masuk ke pemukiman warga.

BNPB melaporkan kejadian ini melanda Kelurahan Sawangan Baru di Kecamatan Sawangan dan Kelurahan Ratu Jaya di Kecamatan Pancoran Mas. Sebanyak 57 rumah terendam banjir dengan ketinggian berkisar 50-200 sentimeter.

Debit air Kali Ciliwung meluap dan memicu banjir di sejumlah wilayah pada Jumat (15/7). Berdasarkan laporan yang diterima BNPB Sabtu (16/7) terdapat 14 kecamatan terdampak banjir.

Di Kota Jakarta Timur, banjir merendam pemukiman warga di Kecamatan Kramat Jati (Kelurahan Cililitan, Cawang dan Balekambang) dan Kecamatan Jatinegara (Kelurahan Bidara Cina dan Kampung Melayu).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 111 rumah terendam banjir dengan tinggi muka air 30 sampai 50 sentimenter. Terdapat sembilan jiwa atau 2 KK yang mengungsi ke rumah kerabat dekat. Adapun kondisi mutakhir saat ini terpantau banjir di beberapa wilayah berangsur surut.

Banjir merendam satu RT di Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (16/7).

Banjir merendam kurang lebih 30 rumah tersebut terpantau setinggi dada orang dewasa. Terdapat kurang lebih 100 orang terdampak peristiwa ini.

Warga terdampak memilih untuk bertahan di lantai dua rumah mereka ketika banjir terjadi. Sedangkan bagi warga yang tidak memiliki lantai dua melakukan evakuasi ke rumah kerabat dekat yang tidak terendam banjir.

Banjir juga merendam tiga kecamatan di Kabupaten Bekasi. BNPB mencatat wilayah terdampak banjir berada di Kecamatan Tambun Utara (Desa Karang Satria, Satria Mekar, Sriamur dan Satria Jaya), Kecamatan Babelan (Kelurahan Kebalen, Desa Babelan Kota dan Desa Buni Nakti) serta Kecamatan Sukawangi (Desa Sukamekar).

Peristiwa yang terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi sehingga debit air Kali Bekasi meluap dan merendam 41 rumah warga dengan tinggi muka air 20 sampai 60 sentimeter pada Sabtu (16/7).

BPBD Kabupaten Bekasi melakukan proses evakuasi warga terdampak ke rumah kerabat dekat yang tidak terdampak banjir serta melakukan pendataan lebih lanjut bersama perangkat desa dan kecamatan setempat.

Banjir juga melanda beberapa kecamatan di wilayah Kota Tangerang, Banten, Sabtu (16/7). Wilayah yang terendam banjir adalah Kelurahan Pedurenan di wilayah Kecamatan Karang Tengah, Kelurahan Sudimara Barat dan Kelurahan Sudimara Selatan di wilayah Kecamatan Ciledug, Kelurahan Pinang di Kecamatan Pinang dan Kelurahan Petir pada wilayah Kecamatan Cipondoh.

Tercatat 701 kepala keluarga terdampak dan 700 unit rumah tergenang banjir dengan ketinggian 30 sampai 150 centimeter. Belum ada laporan terkait korban jiwa maupun masyarakat yang mengungsi akibat dari kejadian ini.

Sementara itu, banjir sempat melanda sebagian wilayah Kota Tangerang Selatan Jumat (15/6). Tercatat 14 kelurahan terendam banjir.

Banjir tersebut mengakibatkan sebanyak 843 kepala keluarga terdampak dan 843 unit rumah serta 3 unit sarana ibadah terendam banjir dengan ketinggian bervariasi antara 30 hingga 100 cm.

Kejadian ini sempat membuat 260 jiwa masyarakat mengungsi ke tempat yang lebih aman. Setelah banjir surut, warga yang mengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing.

Pekaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi banjir dengan rutin membersihkan drainase maupun saluran air dari adanya sumbatan akibat material yang dapat menyebabkan terjadinya banjir.

BNPB mengimbau Pemerintah daerah dan masyarakat untuk antisipasi potensi waspada bahaya banjir susulan.

Mengantisipasi terjadinya banjir Pemerintah Daerah dan masyarakat dapat dengan menjaga sungai dan selokan tetap bersih agar mampu menampung debit air tinggi ketika musim hujan.

Perawatan saluran air dan membersihkannya secara rutin oleh warga bisa mencegah banjir dengan cara bergotong royong.

Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa saluran air siap menampung jika curah hujan tinggi sehingga tidak terjadi banjir.

Exit mobile version