Kamis, Agustus 27, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Risiko Ranjau Laut di Selat Hormuz

redaksi
25 Juni 2026
Kategori : Berita
0
Krisis Selat Hormuz, PBB: Pembersihan Ranjau Darat Saja Sulit Apalagi di Laut

Aktivitas pengiriman barang terhenti di Selat Hormuz. FOTO: UNSPLASH/UN

Membersihkan Ranjau Laut

Menemukan dan membersihkan ranjau laut sangat menantang dan berbahaya bagi kapal yang melakukannya.

Ahli di Layanan Aksi Ranjau PBB (UNMAS) Paul Heslop mengatakan membersihkan ranjau darat itu sulit, apalagi membersihkan ranjau laut, bahkan lebih sulit.

Pembersihan ranjau laut tidak hanya bekerja di tiga kedalaman yang berbeda, tidak hanya tiga dimensi, tetapi ada dimensi keempat, yaitu waktu.

Menurut Heslop seiring waktu, ranjau dapat berpindah. Jika suatu area dibersihkan, dan terjadi gelombang pasang atau arus lain, maka area yang sama dapat terkontaminasi lagi.

Selain itu, “beberapa ranjau bergerak melalui air, didorong oleh mekanisme propelan sehingga para penjinak ranjau bekerja di lingkungan yang dinamis dan berubah-ubah,” ujar Heslop kepada Nathalie Minard dari UN  News.

Masih belum jelas apakah ranjau dapat menenggelamkan kapal dari semua jenis jika diaktifkan, telah ditempatkan di Selat Hormuz, sebagai bagian dari konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.

Sebagian besar pengiriman belum dapat melewati selat yang penting secara strategis ini karena pemboman berkelanjutan terhadap target Iran. Amerika Serikat dan Israel masih berperang dengan Iran, serta negara-negara lain di kawasan itu.

Halaman 2 dari 2
Sebelumnya12
Tags: IMORanjauRanjau LautSelat Hormuz
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Testimoni Seorang Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz

Next Post

Gempa Dahsyat Beruntun M7,2 dan 7,5 Guncang Venezuela, 164 Orang Tewas

Postingan Terkait

Runtuhnya Gletser Himalaya Memicu Banjir Dahsyat di Nepal dan Tibet, Lebih Dari 1.300 Orang Hilang, 168 Tewas

Runtuhnya Gletser Himalaya Memicu Banjir Dahsyat di Nepal dan Tibet, Lebih Dari 1.300 Orang Hilang, 168 Tewas

27 Agustus 2026
Topan Saudel di Laut Cina Timur Diperkirakan Akan Mendarat di Pesisir Zhejiang

Topan Saudel di Laut Cina Timur Diperkirakan Akan Mendarat di Pesisir Zhejiang

27 Agustus 2026

Korban Tewas Banjir Dahsyat di Nepal dan Tibet Bertambah Menjadi 160 Orang, Ratusan Wisatawan Hilang

Banjir Dahsyat di Nepal dan Tibet, PBB Respon Cepat untuk Dukungan Bantuan

Gerhana Bulan Besok Tak Dapat Diamati di Indonesia

Banjir Bandang Dahsyat Menerjang Nepal, 95 Orang Tewas, 391 Wisatawan Hilang

UNG Mencatat 82 Mahasiswa Berprestasi Internasional, 521 Nasional

Banjir Melanda Parigi Moutong

Next Post
Gempa Dahsyat Beruntun M7,2 dan 7,5 Guncang Venezuela, 164 Orang Tewas

Gempa Dahsyat Beruntun M7,2 dan 7,5 Guncang Venezuela, 164 Orang Tewas

TERBARU

Runtuhnya Gletser Himalaya Memicu Banjir Dahsyat di Nepal dan Tibet, Lebih Dari 1.300 Orang Hilang, 168 Tewas

Topan Saudel di Laut Cina Timur Diperkirakan Akan Mendarat di Pesisir Zhejiang

Korban Tewas Banjir Dahsyat di Nepal dan Tibet Bertambah Menjadi 160 Orang, Ratusan Wisatawan Hilang

Banjir Dahsyat di Nepal dan Tibet, PBB Respon Cepat untuk Dukungan Bantuan

Gerhana Bulan Besok Tak Dapat Diamati di Indonesia

Banjir Bandang Dahsyat Menerjang Nepal, 95 Orang Tewas, 391 Wisatawan Hilang

AmsiNews

REKOMENDASI

Wabah Cacar Monyet di Afrika Darurat Kesehatan Global

21 Cara Berinteraksi dengan Hiu Paus di Teluk Cenderawasih

2019, Harga Lajang di Gorontalo Rp 2 Ribu hingga 23 Ribu per Kilogram

400 Delegasi Menghadiri Pleno ke-62 IPCC di Cina

BPPT Rancang Kapal Selam Buatan Indonesia

COP30, WMO Berkomitmen Menyediakan Ilmu Pengetahuan Menghadapi Perubahan Iklim

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.