Saat KM Santika Nusantara Terbakar Nakhoda Perintahkan Penumpang Gunakan Life Jacket

FOTO: DITJEN HUBLA

Jakarta – Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ahmad mengatakan, saat kejadian kapal Ro-Ro (roll on – roll off) KM Santika Nusantara terbakar Kamis (22/8) malam, nakhoda dan awak kapal telah memerintahkan kepada para penumpang untuk menggunakan life jacket (baju pelampung), serta tetap tenang dan tertib. Kapal ini terbakar di perairan Laut Utara Pulau Masalembo Jawa Timur.

Menurut Ahmad, seluruh penumpang dan Anak Buah Kapal (ABK) KM Santika Nusantara dengan rute Surabaya-Balikpapan berhasil dievakuasi dengan selamat. Upaya tersebut tak terlepas dari bantuan dan kerjasama berbagai pihak serta kapal-kapal yang dikerahkan untuk membantu proses evakuasi.

Ahmad mengapresiasi atas quick response yang dilakukan oleh tim dan pihak-pihak terkait yang bergerak cepat bahu-membahu membantu, sehingga musibah tersebut tidak menelan korban jiwa.

Sesuai dengan laporan dari Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, KM Santika Nusantara yang dinakhodai Mauru I Z Tolule mengangkut 122 orang penumpang, 94 sopir dan kernet, 44 orang ABK, serta 17 orang mitra pelayaran.

Evakuasi berjalan secara bertahap. Sambil menunggu kapal lain melintas, para penumpang dievakuasi ke life raft atau sekoci ke daratan di Pulau Masalembu.

Ahmad menguraikan kronologi kejadian terbakarnya kapal KM Santika Nusantara milik PT Jembatan Nusantara. Sekitar pukul 20.45, Perwira Jaga Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak menerima laporan kapal kebakaran dari perusahaan pelayaran. KM Santika Nusantara mengalami kebakaran di buritan kapal (car deck) pada posisi koordinat 05.736 LS, 114.368 T.

Perwira Jaga berkoordinasi dengan Stasiun Vessel Traffic Service (VTS) Surabaya untuk menyebarkan informasi agar kapal-kapal yang berada di sekitar Pulau Masalembo memberikan pertolongan.

Selanjutnya, dilakukan koordinasi dengan Basarnas, Unit Penyelenggara Teknis (UPP) Kelas III Masalembo dan Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjung Perak untuk memberikan pertolongan.

Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak juga berkoordinasi dengan PT Dharma Lautan Utama agar memerintahkan KM Dharma Ferry VII merapat ke lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan dan bantuan serta koordinasi dengan nakhoda kapal yang berada di sekitar kejadian, seperti kapal KM Spil Citra, KM Sumatra Leader dan KM Selatan Damai dan TB Bintang Mutiara.

Beberapa kapal yang melintas di lokasi tersebut, seperti KM Dobonsolo, KM Sinabung, KM Swarna Bahtera, KM Gading Nusantara dan KM Mila Utama juga diminta untuk dapat membantu evakuasi para penumpang kapal.

Kapal patroli KPLP KNP Chundamani milik Pangkalan PLP Surabaya serta KN SAR Laksmana milik Kantor SAR Banjarmasin juga turut dikerahkan ke lokasi kejadian.*

Exit mobile version