Christophe Lienert, dari Kantor Federal Swiss untuk Lingkungan Hidup, berbagi pelajaran dari peristiwa runtuhnya es dan batuan pada tahun 2025 di desa Blatten, wilayah Alpen, yaitu pentingnya rantai peringatan terkoordinasi yang menghubungkan informasi berbasis sains dengan pengambilan keputusan dan tindakan dini, yang didukung oleh investasi berkelanjutan.

Peringatan dan Tindakan Dini
Negara-negara di kawasan Hindu Kush Himalaya telah mencapai kemajuan dalam upaya penyelamatan nyawa melalui sistem peringatan dini banjir yang lebih baik, baik yang berbasis masyarakat maupun berbasis model.
Hal ini mencakup Nepal, yang telah meningkatkan pemantauan hidrologis serta prediksi banjir sungai dan banjir bandang.
Ahli meteorologi senior di Departemen Hidrologi dan Meteorologi Nepal, Bibhuti Pokharel, menjelaskan bagaimana keterbatasan infrastruktur pengamatan menyulitkan deteksi dan prediksi bahaya yang muncul tiba-tiba di daerah terpencil.
Departemen Hidrologi dan Meteorologi Nepal sempat mengeluarkan peringatan melalui SMS saat terjadi banjir Bhote Koshi. Namun, banyak warga meragukan tingkat keparahan peringatan tersebut karena mereka belum pernah mengalami banjir semacam itu sebelumnya.
Sebagian orang bahkan pergi ke daerah rawan banjir untuk mengambil foto dan video. Menurut Pokharel, besarnya skala dan kecepatan bencana tersebut membuat banyak orang tidak sempat mengambil tindakan.



