Satgas Ambalat Ajarkan Bahasa Indonesia dan Jelazah Patok di Sebatik

Sebatik, di perbatasan Indonesia dan Malaysia. FOTO: DARILAUT.ID

Jakarta – Selain menjalankan tugas pokok untuk menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah NKRI di perbatasan pulau-pulau terluar, Satuan Tugas Korps Marinir (Satgasmar) Ambalat XXIV juga melaksanakan pembinaan teritorial kepada masyarakat di Pulau Sebatik. Kegiatan ini antara lain, mengajarkan Bahasa Indonesia, olah raga air dan jelazah patok perbatasan buat siswa dan siswi di Pulau Sebatik.

Salah satunya yang dilakukan Kopda Mar Sony Nur Wicaksono dibidang pendidikan, yaitu dengan mengajar bidang studi bahasa Indonesia kepada siswa kelas VIII MTs, di sekolah Yayasan Islam Indonesia Pulau Sebatik (YIIPS) Desa Tanjung Aru.

Di samping bahasa Indonesia, Kopda Sony mengajarkan para siswa bahasa Inggris dan menjadi pembina Pramuka di sekolah tersebut. Selain di kelas VIII, juga diajarkan untuk 3 kelas lainnya sebanyak dua kali pertemuan setiap minggunya.

FOTO: TNIAL.MIL.ID

Kegiatan Pramuka mencakup Jelajah Patok Perbatasan, pengenalan Mountaineering, pengenalan dayung perahu karet, pengenalan penyelaman dan pemantapan PBB.

Kopda Sony juga pernah menjadi pembina upacara hari Senin di sekolah, pembawa materi wawasan kebangsaan dan bela negara pada saat kegiatan kemah, serta mengajar ekskul bela diri pencak silat di sekolah tersebut.

Komandan Satgasmar Ambalat XXIV Kapten Marinir Mikael Rolen mengatakan, dengan melaksanakan pengajaran ini, kami juga menyisipkan nilai-nilai nasionalisme dan cinta tanah air kepada para pelajar yang adalah generasi muda Pulau Sebatik.

“Tentunya saat proses belajar mengajar terdapat beberapa kendala namun semuanya dapat diatasi lewat koordinasi dari sekolah dengan para perwira Satgasmar Ambalat XXIV ,“ katanya.

Komandan Gugus Tempur Laut ( Danguspurla) Koarmada II Laksma TNI Rahmat Eko Rahardjo, sebagai satuan atas Satgasmar Ambalat XXIV menyambut positif terhadap pembinaan teritorial yang telah dilaksanakan oleh para prajurit marinir yang tergabung dalam Satgasmar Ambalat XXIV kepada masyarakat sipil di Pulau Sebatik.

“Ini adalah tugas yang harus dilaksanakan dengan kebanggaan dan kehormatan. Sehingga prajurit haruslah tanggap dan melakukan kewajiban sebagai pembela negara dan harus selalu memiliki hubungan baik dengan masyarakat,” ujar Rahmat.

Rahmat mengatakan, keberadaan Satgasmar Ambalat di lokasi ini sejatinya cukup penting. Sebab mereka ini menjalankan tugas pokok yaitu menjaga dan pengawasan di perbatasan darat dan pantai di Pulau Sebatik. Di sini para prajurit Marinir harus siap menghadapi dan mengantisipasi ancaman yang mungkin timbul seperti adanya pergeseran patok perbatasan untuk memperluas lahan untuk kepentingan pihak tertentu.*

Exit mobile version