Sebagian Sumatera Barat Terendam Banjir, di Kabupaten Pesisir Selatan 3 Orang Meninggal Dunia

Sejumlah rumah warga yang terdampak banjir di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, pada Jumat (8/3). FOTO: BPBD Kabupaten Pesisir Selatan/BNPB

Darilaut – Sebagian wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Barat terendam banjir. Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat banjir terjadi pada Jumat (8/3).

Peristiwa itu disebabkan hujan dengan intensitas tinggi melanda beberapa wilayah tesebut sejak kemarin. BPBD Kabupaten Pesisir Selatan melaporkan tiga orang meninggal dunia dan sembilan orang dinyatakan hilang akibat bencana banjir dan longsor.

Wilayah terdampak banjir yaitu Kota Padang, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Kota Solok, Kota Pariaman dan Kabupaten Lima Puluh Kota.

Di Kota Padang, enam kecamatan terdampak banjir, yaitu Kecamatan Lubuk Begalung, Naggalo, Lubuk Kilangan, Koto Tangah, Padang Utara dan Padang Timur.

Peristiwa longsor terjadi di Lubuk Paraku yang akibatkan akses jalan terhambat. Pendataan dan evakuasi masih di lakukan oleh BPBD Kota Padang dan tim gabungan setempat hingga saat ini.

Sejumlah jalan di Kabupaten Pasaman Barat terputus karena terendam banjir. Akses jalan Simpang Empat – Talu Kecamatan Talamau, Simpang Empat – Ujung Gading Kecamatan Pasaman, Air Bangis – Ujung Gading Kecamatan Sungai Beremas.

Selain itu banjir juga sebabkan satu jembatan putus di Kecamatan Balingka dan satu unit rumah hanyut terbawa arus di Kecamatan Ranah Batahan. BPBD Kabupaten Pasaman dan tim gabungan terus mengupayakan penanganan darurat bencana hingga kini.

BPBD Kabupaten Pesisir Selatan melaporkan tiga orang meninggal dunia dan sembilan orang dinyatakan hilang akibat bencana banjir dan longsor.

Sekitar 20.004 unit rumah terdampak banjir dan sebanyak 45.868 warga mengungsi ke tempat lebih aman. Tim gabungan masih berada di lokasi melakukan penanganan dan bersiaga.

Banjir juga terjadi di Kabupaten Kepulauan Mentawai, tepatnya Desa Saurenuk Kecamatan Sipora Selatan.

Selain itu tanah longsor melanda Desa Bosua yang juga berada di Kecamatan Sipora Selatan. Hingga kini BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai masih melakukan penanganan dan berkoordinasi dengan aparat setempat.

Peristiwa serupa juga melanda wilayah Kabupaten Padang Pariaman. Banjir terjadi di kecamatan Lubuak Aluang, 2×11 Kayu Tanam, Batang Anai, V Koto, Sungai Limau, Sitonga, V Koto Timur, Anam Lingkuang, 2×11 Enam Lingkuang, Nan Sabaris, Sungai Geringging, VII Koto, V Koto, VII Koto Patamuan, Ulakan Tapakih.

Tanah longsor terjadi di Kecamatan Lubuak Aluang, 2×11 Kayu Tanam, 2×11 Enam Lingkuang, Batang Anai, Sungai Geringging, V Koto, Sungai Limau, V Koto Timur, VII Koto Patamuan. BPBD Kabupaten Padang Pariaman lakukan pendataan dan evakuasi di lokasi terdampak.

BPBD Kabupaten Agam melaporkan banjir yang sempat genangi rumah warga dan ruas jalan di Kecamatan Palembayan sudah mulai surut. Selain banjir, dilaporkan terjadi tanah longsor di dua titik. Antara lain di Kecamatan Malalak yang menutupi ruas jalan kabupaten dan di Kecamatan Tanjung Raya. Tim gabungan masih berada di lokasi melakukan penanganan.

Wilayah Kota Solok juga terdampak Banjir, sebanyak 20 unit rumah warga terendam banjir, 24 kepala keluarga atau 95 jiwa terdampak. BPBD setempat lakukan evakuasi dan koordinasi dengan pihak terkait.

Selanjutnya di Kota Pariaman, satu rumah warga tertimpa pohon tumbang akibat hujan deras yang disertai angin kencang.

Laporan tentang kejadian Banjir Bandang terjadi di Kabupaten Lima Puluh Kota. Terdapat satu unit rumah rusak berat, dua unit rumah rusak ringan, satu unit masjid rusak ringan, satu unit puskesmas rusak ringan dan sejumlah sawah dan kolam ikan di Kecamatan Situjuah Limo Nagari terdampak.

Sementara itu empat unit rumah di Nagari Situjuah Batua juga alami kerusakan ringan pasca banjir bandang. BPBD setempat dan tim gabungan saat ini melakukan pembersihan material.

BNPB mengimbau kepada pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah-langkah penanganan yang cepat. Seperti mendirikan tenda pengungsi untuk mengevakuasi warga yang rumahnya terdampak cukup signifikan, membersihkan aliran sungai dan air jika terhambat material yang sebabkan debit air meluap, dan bersiaga di lokasi-lokasi berpotensi terjadinya peristiwa susulan, serta melakukan pemenuhan kebutuhan bagi warga yang terdampak.

Exit mobile version