Kamis, Oktober 15, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Sejak tahun 1950 Tercatat 37 Gempa Bumi Kuat di Dekat NTT

redaksi
15 Agustus 2026
Kategori : Berita
0
Gempa Dahsyat NTT Akibat Sesar Naik, USGS: 1,5 Juta Orang Diperkirakan Merasakan Guncangan Kuat

GAMBAR: BMKG

Darilaut – Gempa bumi sering terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). The United States of Geological Survey (USGS) atau Survei Geologi Amerika Serikat mencatat sejak tahun 1950, 37 gempa bumi lain dengan magnitudo 6 atau lebih besar.

Termasuk di antaranya lima gempa bumi lain dengan magnitudo 7 atau lebih besar dalam radius 250 km dari lokasi gempa 15 Agustus 2026.

Pada tahun 1992, gempa bumi berkekuatan M 7,8 terjadi hanya 63 km di sebelah timur-tenggara lokasi gempa 15 Agustus 2026.

Gempa bumi tahun 1992 dan tsunami yang diakibatkannya menghancurkan puluhan ribu rumah serta menyebabkan setidaknya 2.500 korban jiwa, kata USGS.

Menurut USGS gempa bumi Laut Flores berkekuatan magnitude (M) 7,7 pada Sabtu (15/8) pagi, terjadi di lepas pantai utara NTT akibat sesar naik (reverse faulting) pada kedalaman dangkal.

Gempa bumi dahsyat yang terjadi di dekat Ende tersebut, berlokasi di wilayah yang aktif secara seismik dan didominasi oleh konvergensi antara lempeng Australia dan lempeng Sunda.

USGS meyebutkan batas konvergen Sunda membentang sepanjang 5.600 km dari Teluk Benggala dan Laut Andaman—keduanya terletak di barat laut area peta—menuju Pulau Sumba di tenggara, lalu berlanjut ke arah timur sebagai sistem busur Banda.

Batas yang aktif secara tektonik ini terbentuk akibat konvergensi dan subduksi lempeng India dan Australia di bawah lempeng Sunda dengan kecepatan sekitar 50 hingga 70 mm per tahun.

Halaman 1 dari 5
12...5Selanjutnya
Tags: Gempa NTTNusa Tenggara TimurtsunamiUSGS
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

BMKG: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa Dahsyat M 7,7 di NTT Berakhir

Next Post

Gempa Dahsyat NTT Dirasakan Hingga Sulawesi Selatan

Postingan Terkait

Kenaikan Suhu Berdampak Luas Terhadap Lingkungan dan Berbagai Risiko Iklim

UNICEF Peringatkan 190 Juta Anak di Asia dan Pasifik Menghadapi Risiko Iklim Akibat El Niño

15 Oktober 2026
Kondisi Kering Mendominasi Wilayah Indonesia di Awal Oktober

59 Daerah di Pulau Sulawesi Peringatan Dini Kekeringan Kategori Awas

15 Oktober 2026

21 Daerah di Gorontalo dan Sulawesi Utara Mengalami Kekeringan Kategori Awas

Sejumlah Negara ASEAN Sepakat Lindungi Karya Jurnalistik dari Eksploitasi Platform Digital dan AI

Kondisi El Niño Sangat Kuat Memengaruhi Musim Dingin di Asia Selatan

Kualitas Udara Sejumlah Wilayah di Indonesia Kategori Berbahaya dan Tidak Sehat

Sebaran Asap di Pulau Sulawesi

Satelit Copernicus Sentinel-2 Tampilkan Sebelum dan Setelah Banjir Dahsyat di Lembah Himalaya Nepal

Next Post
Gempa Bumi Dahsyat M 7,7 Guncang NTT, Potensi Tsunami Hingga Sulawesi Selatan dan Tenggara

Gempa Dahsyat NTT Dirasakan Hingga Sulawesi Selatan

TERBARU

UNICEF Peringatkan 190 Juta Anak di Asia dan Pasifik Menghadapi Risiko Iklim Akibat El Niño

Media Beretika Bukan Media yang Tidak Pernah Salah

59 Daerah di Pulau Sulawesi Peringatan Dini Kekeringan Kategori Awas

21 Daerah di Gorontalo dan Sulawesi Utara Mengalami Kekeringan Kategori Awas

Sejumlah Negara ASEAN Sepakat Lindungi Karya Jurnalistik dari Eksploitasi Platform Digital dan AI

Kondisi El Niño Sangat Kuat Memengaruhi Musim Dingin di Asia Selatan

AmsiNews

REKOMENDASI

Kongres IUCN, Komodo di Indonesia Terancam Punah

Semenanjung Yucatan Sedang Menghadapi Hurricane Milton

5 Kampung Deklarasi Hukum Adat Distrik Missol Timur, Luasnya 91 Ribu Hektar

Status Perlindungan Pari Gergaji

Roket Pendorong China Masuk Kembali ke Bumi

KKP Bahas Rencana Zonasi Laut Sulawesi

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.