Darilaut – Ketika seseorang terinfeksi virus Nipah (Niv) ada beberapa gejala yang dialami. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan gejala awal seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, dan sakit tenggorokan.
Kondisi ini dapat diikuti pusing, kantuk, perubahan kesadaran, dan tanda-tanda neurologis yang menunjukkan ensefalitis akut.
Beberapa orang juga dapat mengalami pneumonia atipikal dan masalah pernapasan yang parah, termasuk gangguan pernapasan akut.
Ensefalitis dan kejang terjadi pada kasus yang parah, berkembang menjadi koma dalam waktu 24 hingga 48 jam.
Hingga saat ini, kata WHO, belum ada obat atau vaksin berlisensi untuk infeksi NiV. Namun perawatan suportif dini dapat meningkatkan angka harapan hidup.
Rasio kematian kasus (CFR) wabah ini di Bangladesh, India, Malaysia, dan Singapura berkisar antara 40% hingga 75%, tergantung pada kemampuan lokal untuk deteksi dini dan manajemen klinis.
Perawatan suportif intensif direkomendasikan untuk mengobati komplikasi pernapasan dan neurologis yang parah.
Henipavirus nipahense (virus Nipah) dianggap sebagai patogen prioritas untuk percepatan penanggulangan medis (MCM) untuk menanggapi epidemi dan pandemi sebagai bagian dari Cetak Biru Litbang WHO untuk Epidemi.
Beberapa langkah kesehatan masyarakat telah diimplementasikan oleh otoritas lokal:




