Sejumlah Negara di Berbagai Belahan Bumi Menghadapi Panas Ekstrem

Ajakan Bertindak pada Peringatan Panas Ekstrem pada 25 Juli. FOTO: Miroslava Novak Hranjec/ WMO

Darilaut – HIngga akhir Juli tahun ini, sejumlah negara di berbagai belahan bumi sedang menghadapi risiko panas ekstrem.

Tercatat di Amerika Serikat, hingga 24 Juli, hampir 100 juta warganya berada di bawah peringatan dan imbauan terkait panas, termasuk untuk panas yang “berbahaya”.

Panas ekstrem juga melanda sebagian besar Afrika Utara dan Timur Tengah. Iran melaporkan gangguan parah pada pasokan listrik dan air.

Wilayah Mediterania dan Balkan sedang dilanda gelombang panas ketiga di musim panas ini. Hal ini telah mendorong penutupan tempat-tempat wisata populer, mengganggu aktivitas luar ruangan, pertanian, dan ketenagakerjaan, serta berdampak besar pada kesehatan.

Kondisi ini juga memicu kebakaran hutan, yang telah menelan korban jiwa dan memperburuk kualitas udara.

Eropa mencatat Juni terpanas sepanjang sejarah. Gelombang panas besar – yang diperparah oleh suhu permukaan laut yang tinggi di Laut Mediterania bagian barat – menyebabkan ‘tekanan panas yang sangat kuat’ di sebagian besar wilayah Eropa barat dan selatan.

Di tingkat global, Juni ini merupakan Juni terpanas ketiga yang pernah tercatat, menurut Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (US National Oceanic and Atmospheric Administration) dan Layanan Perubahan Iklim Copernicus Uni Eropa (EU’s Copernicus Climate Change Service).

Pembunuh Dian-diam

“Panas ekstrem terkadang disebut sebagai pembunuh diam-diam, tetapi dengan sains, data, dan teknologi saat ini, diam bukan lagi alasan,” kata Wakil Sekretaris Jenderal WMO, Ko Barrett, mengutip siaran pers Organisasi Meteorologi Dunia (WMO). “Setiap kematian akibat panas ekstrem dapat dicegah.”

Estimasi model menunjukkan antara tahun 2000 dan 2019, sekitar 489.000 kematian akibat panas terjadi setiap tahun, dengan 45 persen di antaranya terjadi di Asia dan 36 persen di Eropa.

Di seluruh dunia, diagnosis dan pelaporan resmi penyakit, cedera, dan kematian akibat panas diketahui masih kurang dilaporkan.

Sebagian besar studi atribusi menunjukkan hubungan yang jelas antara panas ekstrem dan perubahan iklim yang disebabkan oleh gas rumah kaca yang memerangkap panas.

Respons WMO

WMO adalah salah satu dari sepuluh entitas khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mendukung Seruan Aksi Sekretaris Jenderal PBB untuk Menghadapi Panas Ekstrem.

Seruan ini bertujuan untuk meningkatkan kerja sama internasional guna meminimalkan dampak panas melalui kebijakan ekonomi dan sosial yang terarah serta tindakan nyata, termasuk kampanye kesadaran publik.

Menanggapi Seruan Aksi, WMO dan para Anggotanya berupaya memperkuat sistem peringatan dini panas sejalan dengan inisiatif Peringatan Dini untuk Semua.

Ini bertujuan untuk memastikan populasi berisiko menerima peringatan tepat waktu yang mencakup informasi tentang tindakan perlindungan yang harus dilakukan dan sumber bantuan.

Menurut perkiraan WHO dan WMO, peningkatan skala global sistem peringatan kesehatan akibat panas untuk 57 negara saja berpotensi menyelamatkan sekitar 98.314 jiwa per tahun.

“Panas ekstrem bukan lagi masalah yang jauh atau musiman—melainkan kenyataan sehari-hari bagi jutaan orang,” ujar Joy Shumake-Guillemot, pimpinan Program Gabungan Iklim dan Kesehatan WHO-WMO dan salah satu pimpinan Jaringan Informasi Panas-Kesehatan Global (GHINN).

“Jaringan kami menghubungkan sains, kebijakan, dan aksi agar tidak ada komunitas yang tertinggal dalam upaya adaptasi terhadap perubahan iklim yang akan terus memperburuk panas ekstrem di tahun-tahun mendatang. Ini bukan sekadar masalah iklim, melainkan darurat kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Kerja Kantor Gabungan Iklim dan Kesehatan telah diperkuat oleh kemitraan dengan Rockefeller Foundation dan Wellcome, yang telah bersama-sama memobilisasi dana sebesar US$11,5 juta.

Pada 25 Juli, peringatan satu tahun Seruan Aksi Sekretaris Jenderal PBB untuk Panas Ekstrem bertepatan dengan gelombang panas intens yang berdampak pada banyak negara di seluruh dunia. Hal ini menggarisbawahi pentingnya peringatan dini dan rencana aksi kesehatan akibat panas.

GHHIN, bersama dengan WMO dan Kantor PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana, meluncurkan sumber daya baru melalui inisiatif bersama, Mendukung Tata Kelola Risiko Panas Ekstrem, untuk memperkuat koordinasi pengurangan risiko panas, membantu negara-negara dan masyarakat lebih siap menghadapi kenaikan suhu.

Exit mobile version