Darilaut – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menyelenggarakan Training on Climate Misinformation, Disinformation, and Environmental Journalism pada 18–19 Juni 2026 di Jakarta. Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta yang berasal dari media arus utama, media alternatif, dan pers mahasiswa dari wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat.
Pelatihan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya memperkuat integritas informasi iklim di Indonesia di tengah meningkatnya penyebaran misinformasi dan disinformasi terkait perubahan iklim di ruang digital.
Selain memperkuat pemahaman peserta mengenai isu perubahan iklim, kegiatan ini juga membekali peserta dengan keterampilan verifikasi digital, cek fakta, serta pengembangan konten jurnalistik lingkungan yang akurat dan menarik bagi publik.
Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika, mengatakan bahwa media arus utama, media alternatif dan pers mahasiswa memiliki peran penting dalam membantu publik memahami isu perubahan iklim secara tepat di tengah maraknya informasi yang menyesatkan.
“Bagaimana wartawan di era digital dapat membantu menerangi misinformasi dan disinformasi tentang perubahan iklim menjadi sangat penting. Isu ini banyak mendapat perhatian publik, tetapi yang masih kurang adalah praktik-praktik untuk mendeteksi misinformasi dan disinformasi, termasuk bagaimana melakukan fact-checking terhadap konten-konten terkait perubahan iklim,” kata Wahyu saat membuka pelatihan.



