Darilaut – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Media Siber Indonesia ( AMSI ) Wahyu Dhyatmika meresmikan sekretariat AMSI Sulawesi Utara, Sabtu (1/10).
Menurut Wahyu Sekretariat AMSI Sulawesi Utara adalah sejarah bagi AMSI karena ini menjadi sekretariat pertama di Indonesia yang dimiliki AMSI.
“Sekretariat ini sangatlah penting bagi AMSI dalam melakukan aktivitasnya melalui program-program,” kata Wahyu.
Ini adalah bukti nyata kerja keras AMSI Sulut dalam membangun sekretariat pertama di Indonesia yang penuh sejarah.
“Gotong royong dan kerja bersama adalah bukti AMSI Sulut membangun sekretariatnya,” kata Wahyu.
“Ketika AMSI berdiri 2017, di mana lahir dari jurnalisme digital yang porak poranda dan butuh gotong royong dan kerja bersama serta keikhlasan berbagi sehingga bisa bersatu berorganisasi.”
Ibadah peresmian Sekretariat AMSI Sulawesi Utara dipimpin Pdt Marlin Gandaria dan dihadiri Kepala Dinas Kominfo Bolmong, Maarif Mokodompit, bersama 8 ketua AMSI Wilayah Indonesia Timur dan secara khusus dihadiri Ketua AMSI Riau dan Direktur Program AMSI Pusat, Adi Prasetyo.
Koordinator Wilayah AMSI Indonesia Timur, Upi Asmaradhana pun merasa bangga akan perjuangan AMSI Sulawesi Utara yang begitu bersemangat dengan bersatu dan saling membantu membangun sekretariat tersebut.
“Saya sangat bangga akan perjuangan teman-teman AMSI Sulut yang kompak dan memberi diri membangun Sekretariat pertama AMSI Se-Indonesia ini,” kata Upi.
Upi mengatakan apa yang dilakukan AMSI Sulawesi Utara menjadi teladan dan percontohan bagi AMSI di daerah yang lain.
“Ini harus ditiru AMSI daerah lain termasuk AMSI Pusat karena belum memiliki sekretariat dan baru AMSI Sulut yang memulainya,” katanya.
Ketua AMSI Sulawesi Utara, Agustinus Hari, mengatakan pembangunan sekretariat sangatlah banyak pengorbanan di mana pembangunannya dimulai dari nol.
“Kami bangun ini mulai dari nol dan berkat ada program dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) kami kerja bersama sehingga dana lainnya disisipkan untuk membangun sekretariat,” kata Agus.
Dengan modal Rp 170 juta, kata Agus, AMSI Sulawesi Utara membeli tanah dan rumah panggung, serta anggaran lainnya dengan menjadi narasumber sejumlah program.
