Seorang Meninggal Tertimpa Pohon Tumbang di Gorontalo, Kabupaten Garut Status Darurat Banjir

Pohon tumbang di jalan Trans Sulawesi, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Minggu (17/7/2022). FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Seorang warga meninggal dunia karena tertimpa pohon tumbang saat hujan deras mengguyur Provinsi Gorontalo. Sebanyak 19.546 jiwa terdampak banjir di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Tiga orang warga yang berada di kendaraan bentor tertimpa pohon tumbang di jalan Trans Sulawesi, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Minggu (17/7) malam.

Korban kemudian dibawa ke rumah sakit, dua di antaranya mengalami luka ringan dan satu korban meninggal dunia.

Pohon tumbang ini mengenai kendaraan bentor yang sedang bergerak di jalan Trans Sulawesi.

Tim Pengamanan dan Penyelamatan Direktorat Samapta Polda Gorontalo ke lokasi kejadian dan memotong batang dan ranting-ranting pohon yang tumbang dengan menggunakan gergaji mesin.

Hujan yang mengguyur Gorontalo Minggu malam hingga Senin (18/7) pagi tersebut juga menyebabkan sejumlah rumah dan ruas jalan terendam banjir di beberapa titik di Kota Gorontalo.

Sementara Pemerintah Kabupaten Garut telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor selama 14 hari. Sebanyak 19.546 jiwa atau 6.314 kepala keluarga terdampak banjir di Kabupaten Garut.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal Suharyanto, menuju Kabupaten Garut yang baru saja terdampak banjir dan longsor tersebut, Selasa (19/7).

Selain 19.546 jiwa yang terdampak, terdapat sejumlah lokasi pengungsi yang tersebar di 9 titik kecamatan, dengan jumlah 242 kepala keluarga atau 785 jiwa.

Kepala BNPB akan memberikan bantuan logistik dan dana siap pakai yang digunakan selama masa tanggap darurat.

Terhitung sejak 16 Juli hingga 29 Juli Pemerintah Kabupaten Garut menetapkan status tanggap darurat dengan keputusan nomor 362/KEP.415-BPBD/2022.

Banjir di Kabupaten Garut melanda 100 desa di 14 kecamatan. Berdasarkan data yang dihimpun Pusat Pengendali Operasi BNPB, 14 kecamatan yang terdampak antara lain Kecamatan Cikajang, Tarogong Kidul, Pasirwangi, Cigedug, Bayongbong, Tarogong kaler, Samarang, Banyuresmi, Cibatu, Karangpawitan, Garut Kota, Cilawu, Banjarwangi dan Singajaya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut melaporkan kerugian meteril sebanyak 4.035 unit rumah terdampak dengan 11 unit di antaranya rusak berat, 13 kantor pemerintah rusak sedang, 10 kantor pemerintah rusak ringan, 2 unit fasilitas pendidikan rusak sedang, dan 3 unit fasilitas Pendidikan rusak ringan.

Selain itu, tercatat sedikitnya 17.077 hektar kolam ikan milik warga terdampak.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk tetap waspada dan siap siaga menghadapi potensi bahaya banjir susulan.

Menghadapi bahaya banjir, pemerintah daerah bersama warga dapat secara rutin dapat membersihkan saluran air, normalisasi sungai, melakukan perbaikan dan penguatan tanggul, serta menghijaukan kembali daerah resapan air di hulu dan sepanjang aliran sungai.

Exit mobile version