Selain 19.546 jiwa yang terdampak, terdapat sejumlah lokasi pengungsi yang tersebar di 9 titik kecamatan, dengan jumlah 242 kepala keluarga atau 785 jiwa.
Kepala BNPB akan memberikan bantuan logistik dan dana siap pakai yang digunakan selama masa tanggap darurat.
Terhitung sejak 16 Juli hingga 29 Juli Pemerintah Kabupaten Garut menetapkan status tanggap darurat dengan keputusan nomor 362/KEP.415-BPBD/2022.
Banjir di Kabupaten Garut melanda 100 desa di 14 kecamatan. Berdasarkan data yang dihimpun Pusat Pengendali Operasi BNPB, 14 kecamatan yang terdampak antara lain Kecamatan Cikajang, Tarogong Kidul, Pasirwangi, Cigedug, Bayongbong, Tarogong kaler, Samarang, Banyuresmi, Cibatu, Karangpawitan, Garut Kota, Cilawu, Banjarwangi dan Singajaya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut melaporkan kerugian meteril sebanyak 4.035 unit rumah terdampak dengan 11 unit di antaranya rusak berat, 13 kantor pemerintah rusak sedang, 10 kantor pemerintah rusak ringan, 2 unit fasilitas pendidikan rusak sedang, dan 3 unit fasilitas Pendidikan rusak ringan.
Selain itu, tercatat sedikitnya 17.077 hektar kolam ikan milik warga terdampak.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk tetap waspada dan siap siaga menghadapi potensi bahaya banjir susulan.





Komentar tentang post