Setelah Mendarat di Pulau Luzon, Badai Tropis Enteng Mengarah ke Cina

Personel pemerintah memindahkan pohon yang tumbang akibat Badai Tropis Enteng di sudut CP Garcia Avenue dan Jalan Maginhawa di Diliman, Kota Quezon pada Senin (2/9). FOTO: PNA

Darilaut – Setelah mendarat di Casiguran, Aurora dan Maddela, Quirino, Pulau Luzon Filipina, kini badai tropis Yagi sedang bergerak di atas Laut Filipina Barat, pada Selasa (3/9) pagi.

Dalam buletin PAGASA (Philippine Atmospheric, Geophysical, and Astronomical Services Administration – Administrasi Layanan Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina), yang dikeluarkan Selasa pukul 11.00 waktu setempat, Yagi dengan nama lokal Filipina “Enteng” diperkirakan akan terus bergerak secara umum ke barat laut selama 24 jam ke depan.

Sistem ini, kata PAGASA, diperkirakan akan berbelok ke barat di atas Laut Filipina Barat pada Rabu (4/9) hingga mencapai Hainan, Cina pada Sabtu (7/9).

PAGASA memperkirakan siklon tropis Entang akan mencapai kategori badai tropis parah Selasa sore atau malam hari, dan kategori topan pada Kamis (5/9).

Kantor berita Filipina, PNA, melaporkan enam penerbangan domestik dibatalkan pada hari Selasa karena cuaca buruk.

Otoritas Bandara Internasional Manila mengatakan penerbangan tersebut adalah Philippine Airlines (PR) 2932/2933 Manila-Basco-Manila; PR 2196/2197 Manila-Laoag-Manila; dan Cebu Pacific (5J) 404/405 Manila-Laoag-Manila.

Sedikitnya, dua orang tewas sementara empat lainnya terluka akibat tanah longsor di Pulau Biri, Samar Utara ketika Enteng menghantam wilayah itu.

Sebelumnya, dua orang dilaporkan tewas dan 10 lainnya terluka akibat dampak badai tropis tersebut dan monsun barat daya (habagat). Korban berada di Visayas Tengah dan sedang divalidasi.

Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) mengatakan telah mengaktifkan unit tanggap bencana di Wilayah Ibu Kota Nasional (NCR) dan memobilisasi personel dan aset untuk menanggapi efek Badai Tropis Enteng dan monsun barat daya yang meningkat.

Kepolisian Nasional Filipina (PNP) menempatkan semua unitnya dalam siaga tinggi di tengah dua gangguan cuaca.

Dalam konferensi pers di Camp Crame, Quezon City Senin, juru bicara PNP Kolonel Jean Fajardo mengatakan kepala PNP Jenderal Rommel Francisco Marbil juga telah mengarahkan direktur regional untuk mengaktifkan kelompok tugas manajemen insiden bencana mereka untuk memastikan kepatuhan terhadap protokol bantuan kemanusiaan dan tanggap bencana (HADR).

Departemen Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan (DSWD) telaj memasok bantuan ke lokasi yang terkena dampak Enteng.

Juru bicara DSWD Irene Dumlao mengatakan lembaga tersebut terus memproduksi paket makanan keluarga (FFP) untuk memastikan pengisian segera dan ketersediaan makanan dan non-makanan untuk penambahan sumber daya ke kantor lapangan (FO) dan unit pemerintah daerah (LGU).

Sekitar 6.052 keluarga atau 24.043 orang di 76 barangay di wilayah Bicol, Visayas Tengah, dan Visayas Timur terkena dampak topan, menurut Manajemen Operasi Tanggap Bencana (DROMIC) DSWD.

Sekitar 909 keluarga atau 3.736 orang sekarang mengambil tempat penampungan sementara di 31 pusat evakuasi di tiga wilayah tersebut. Bantuan senilai PHP410.000 awalnya disediakan oleh DSWD untuk keluarga-keluarga yang terkena dampak ini.

Exit mobile version