Darilaut – Sejak 2021 hingga 2023, ekonomi Kota Gorontalo tercatat terus mengalami peningkatan yang menandai adanya pemulihan ekonomi dari waktu ke waktu.
Pada 2021 ekonomi Kota Gorontalo tumbuh 2,83 persen. Sebelumnya pertumbuhan mengalami kontraksi akibat pandemi Covid-19 di angka -0,02.
Selanjutnya, tahun 2022 mengalami pertumbuhan sebesar 4,11 persen dan tahun 2023 ekonomi Kota Gorontalo tumbuh sebesar 4,52 persen.
Secara umum, menurut BPS Kota Gorontalo, ekonomi Kota Gorontalo selama sepuluh tahun terakhir mengalami fluktuasi.
Dari 2014 hingga 2023, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Gorontalo tercatat mengalami kontraksi hanya di tahun 2020 diakibatkan oleh pandemi Covid-19.
PDRB Kota Gorontalo tahun 2016 sebesar 7,41 persen dan tahun 2017 sebesar 7,43 persen. Kemudian tahun 2018 tumbuh 7 persen dan 2019 sebesar 6,95 persen.
Sementara itu, dilihat dari tiga lapangan usaha yang paling mendominasi di tahun 2023, perkembangan lapangan usaha juga mengalami fluktuasi dengan pola yang hampir sama dengan PDRB total.
Kategori Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor tercatat sering menjadi kategori dengan pertumbuhan tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir.
Perekonomian Kota Gorontalo tahun 2023 yang dihitung berdasarkan PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp 10.536 miliar dengan PDRB perkapita mencapai Rp 51,30 juta.
Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh kategori Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 10,43 persen.
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) yang tumbuh sebesar 7,97 persen.
Struktur ekonomi Kota Gorontalo didominasi oleh Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor dengan kontribusi pada PDRB mencapai 17,97 persen. Sementara dari pengeluaran, komponen PDRB sisi pengeluaran terbesar adalah Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga, dengan kontribusi mencapai 66,54 persen.
Menurut BPS Provinsi Gorontalo, perekonomian Gorontalo tahun 2023 yang dihitung berdasarkan PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp 51.374 miliar dan PDRB perkapita mencapai Rp 42,35 juta atau US$ 2.779,11.
Ekonomi Gorontalo tahun 2023 tumbuh sebesar 4,50 persen, lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2022 yang mengalami pertumbuhan sebesar 4,04 persen, menurut BPS Provinsi Gorontalo.
Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh kategori Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 9,95 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen Ekspor Barang dan Jasa yang tumbuh sebesar 6,81 persen.
Ekonomi Gorontalo triwulan IV-2023 terhadap triwulan IV-2022 mengalami pertumbuhan sebesar 4,92 persen (y-on-y).
Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh kategori Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar10,05 persen. Sementara dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dialami oleh komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 10,50 persen.
Ekonomi Gorontalo triwulan IV-2023 terhadap triwulan sebelumnya (q-to-q) mengalami pertumbuhan sebesar 0,38 persen.
Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh kategori Jasa Perusahaan sebesar 6,76 persen. Sementara dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dialami oleh komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 27,14 persen.
