Setiap Detik Sangat Berharga Saat Terjadi Peristiwa Tsunami

Gempa disusul gelombang tsunami di Teluk Palu, Sulawesi Tengah, Jumat 28 September 2018. FOTO: VERRIANTO MADJOWA

Darilaut – Ketika peristiwa tsunami melanda, setiap detik sangatlah berharga. Mengetahui apa yang harus dilakukan dapat menyelamatkan nyawa.

Meskipun jarang terjadi, tsunami dapat meluluhlantakkan komunitas pesisir, sehingga kesadaran dan kesiapsiagaan menjadi sangat penting.

Dengan mengusung tema “Siap menghadapi tsunami: Ketangguhan dimulai dari diri Anda”, Hari Kesadaran Tsunami Sedunia (World Tsunami Awareness Day) yang diperingati  tanggal 5 November, menyoroti kekuatan tindakan individu maupun komunitas.

Mengenali tanda-tanda peringatan alam, mengetahui rute evakuasi, menyusun rencana dan latihan tanggap darurat, serta berpartisipasi dalam latihan evakuasi dapat menjadi penentu antara hidup dan mati. Setiap orang memiliki peran dalam melindungi diri sendiri, orang-orang terkasih, serta komunitas mereka.

Peringatan dini akan menyelamatkan nyawa jika masyarakat tahu bagaimana harus bertindak—dan bertindak dengan cepat.

Melansir UN News, dalam banyak skenario tsunami, gelombang datang lebih cepat daripada peringatan resmi.

Jika terjadi guncangan tanah yang kuat atau tidak biasa, permukaan air laut naik atau turun secara tiba-tiba, atau terdengar suara gemuruh yang keras, segeralah bergerak ke tempat yang lebih tinggi atau menjauh dari pantai menuju daratan yang lebih aman.

Datang Tanpa Peringatan

Tsunami bisa datang tanpa peringatan, namun dampaknya bisa sangat menghancurkan. Seiring dengan bertambahnya populasi di wilayah pesisir dan naiknya permukaan air laut, jutaan orang tetap terpapar pada ancaman yang dapat merenggut nyawa dan menghancurkan mata pencaharian dalam hitungan menit.

Meski demikian, mengenali tanda-tanda peringatan dan bertindak cepat dapat menjadi penentu antara hidup dan mati.

Hari Kesadaran Tsunami Sedunia (5 November) menekankan pentingnya kesiapsiagaan individu maupun komunitas.

Menuju Tempat yang Lebih Tinggi

Pada tahun 2022, Kantor PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana (UNDRR) meluncurkan kampanye #GetToHighGround untuk meningkatkan kesadaran mengenai pengurangan risiko tsunami.

Kampanye ini mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam latihan evakuasi, kegiatan berlari, atau berjalan menyusuri rute evakuasi tsunami, yang membantu komunitas bersiap menghadapi bencana alam sekaligus membangun ketangguhan mereka.

Kegiatan ini bersifat inklusif dan menarik, serta melibatkan semua orang dalam upaya meningkatkan kesadaran tentang cara mengurangi risiko tsunami.

Tsunami bisa mematikan, namun hal itu tidak harus selalu terjadi. Peringatan dini dan tindakan cepat merupakan sarana efektif untuk melindungi masyarakat, menyelamatkan nyawa, serta mencegah suatu ancaman berkembang menjadi bencana besar.

Agar efektif, sistem peringatan dini tsunami harus menjangkau setiap orang yang berisiko, harus mencakup berbagai jenis bahaya (multi-bahaya), dan masyarakat harus dipersiapkan agar dapat bertindak dengan cepat.

Exit mobile version