Darilaut – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) semakin menegaskan keseriusannya untuk menembus jajaran perguruan tinggi berperingkat internasional. Upaya tersebut diperkuat melalui penyelenggaraan Workshop on Global University Rankings System 2025, yang digelar pada Selasa (2/12). Kegiatan strategis ini menjadi momentum penting bagi seluruh unsur kampus untuk menyamakan pemahaman mengenai urgensi dan mekanisme pemeringkatan global.
Workshop yang menghadirkan narasumber dari Clicq Education, sebuah organisasi yang berpengalaman dalam pendampingan perguruan tinggi menuju standar internasional, menjadi bagian dari roadmap UNG untuk mempercepat proses internasionalisasi. Melalui kegiatan ini, berbagai elemen kampus mulai dari pimpinan universitas, fakultas, program studi, dosen, hingga staf di berbagai unit kerja didorong untuk memahami peran masing-masing dalam memenuhi indikator penilaian lembaga pemeringkat dunia seperti QS Rankings, THE Impact Rankings, maupun sistem pemeringkatan internasional lainnya.
Dalam sambutannya, Rektor UNG yang diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, M.Si., menekankan bahwa langkah UNG memasuki pemeringkatan internasional bukan hanya sekadar keinginan untuk bersaing, tetapi merupakan strategi besar dalam mengonversi seluruh capaian prestasi kampus ke dalam bentuk pengakuan global yang terukur. Menurutnya, UNG telah memiliki modal kuat berupa kualitas akademik, produktivitas riset, dan reputasi institusi yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
“Dengan pencapaian dan prestasi yang telah diraih UNG saat ini, maka pemeringkatan di level internasional merupakan sesuatu hal yang harus dilakukan sebagai upaya UNG untuk terus bergerak maju,” ujar Hafidz.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan UNG dalam menembus pemeringkatan dunia akan memberikan dampak signifikan, tidak hanya bagi institusi tetapi juga bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat. Reputasi global, katanya, akan membuka peluang lebih luas dalam kolaborasi internasional, peningkatan kualitas penelitian, mobilitas akademik, hingga peningkatan daya saing lulusan di tingkat global.
Menurut Hafidz, seluruh civitas akademika harus memperkuat komitmen, konsistensi, serta semangat kolaborasi dalam menjalankan strategi internasionalisasi. Setiap unit di lingkungan kampus diharapkan mampu menyiapkan data, program, serta aktivitas akademik atau non-akademik yang relevan dengan indikator penilaian pemeringkatan global. Mulai dari output riset, sitasi ilmiah, publikasi internasional, kinerja pengabdian kepada masyarakat, inovasi, hingga pengembangan kerja sama global.
“Diharapkan seluruh civitas akademika berkontribusi optimal untuk mewujudkan target ini. Kita ingin menunjukkan bahwa peningkatan mutu serta capaian akademik yang telah diraih UNG selama ini harus ditransformasikan menjadi posisi yang terukur dalam sistem pemeringkatan dunia.”
Workshop ini juga menjadi ruang diskusi untuk menyusun langkah-langkah strategis dalam menghadapi persaingan global yang semakin ketat. Narasumber dari Clicq Education memaparkan bagaimana perguruan tinggi harus mampu membaca perkembangan tren pemeringkatan, mempersiapkan data institusi secara sistematis, serta mendorong budaya akademik yang berorientasi pada kualitas dan dampak. Selain itu, peserta workshop mendapatkan gambaran mengenai pentingnya kolaborasi lintas bidang untuk meningkatkan indikator-indikator utama, seperti reputasi akademik, visibilitas global, hingga kontribusi terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan.
Dengan digelarnya workshop ini, UNG menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi perguruan tinggi yang berkembang di tingkat nasional, tetapi juga berambisi mengukir nama di panggung internasional. Melalui sinergi dan kerja bersama seluruh komponen kampus, UNG optimistis dapat mengejar target pemeringkatan global pada tahun 2025 dan seterusnya.
