Darilaut – Siklon Tropis (tropical cyclone) saat ini sedang berkembang di Laut Cina Selatan, Sabtu (6/9). Depresi tropis ini diperkirakan akan menguat menjadi badai tropis (tropical storm).
Menurut Observatorium Hong Kong (HKO) siklon tropis yang terletak di Laut Cina Selatan secara bertahap menguat, dan secara umum bergerak menuju pantai barat Guangdong, akan tetapi intensitas dan kecepatannya masih belum pasti.
Di bawah pengaruh tersebut, menurut HKO, angin kencang dan cuaca yang semakin tidak stabil akan berkembang di sepanjang pantai Guangdong pada hari Minggu (7/9) dan Senin (8/9), dengan badai, hujan lebat, badai petir, serta gelombang dan gelombang tinggi.
Depresi tropis, dengan sirkulasi yang relatif kecil, diperkirakan akan berada pada jarak sekitar 500 kilometer atau lebih dari Hong Kong pada Sabtu siang, kata HKO. Sinyal Siaga No. 1 akan tetap berlaku hampir sepanjang hari ini.
Observatorium akan menilai perlu atau tidaknya mengeluarkan Sinyal Angin Kencang No. 3 Minggu pagi. Hal ini tergantung pada intensitas siklon tropis, jarak antara wilayah angin kencang dan Hong Kong, serta perubahan angin setempat.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengatakan siklon tropis ini mengarah ke barat barat-laut dengan kecepatan 20 km per jam (11 knot).
Tekanan udara pada pusatnya 1004 hPa (hektopaskal).
Kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 15 meter per detik (30 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 23 meter per detik (45 knot), kata JMA.
Menurut Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) bibit 97W saat ini terletak di barat laut Luzon, Filipina. Sistem ini memiliki peluang tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan.
Kecepatan angin permukaan maksimum yang berkelanjutan adalah sekitar 30 – 35 km per jam (15–20 knot).
