Siklon Tropis Charlotte Terbentuk di Selatan Jawa

GAMBAR: Australian Bureau of Meteorology

Darilaut – Siklon tropis Charlotte terbentuk Senin (21/3) pagi di selatan Jawa atau barat laut Australia, Samudra Hindia.

Siklon tropis Charlotte berkembang dari bibit 93S pada Kamis (17/3) di Laut Timor, kemudian melintasi Kupang – Laut Sawu dan Samudra Hindia di selatan Bali dan Jawa.

Menurut Pusat Peringatan Siklon Tropis (TCWC) Jakarta – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikasi (BMKG), posisi siklon tropis Charlotte pada pukul 07.00 WIB pada koordinat 14.6LS – 112.3BT atau sekitar 790 km sebelah selatan tenggara Cilacap, Jawa Tengah.

Arah gerak siklon tropis ini di barat daya, dengan kecepatan 9 knots atau 17 km per jam, bergerak menjauhi wilayah Indonesia. Kecepatan angin maksimum 40 knots atau 75 km per jam.

Prediksi 24 jam ke depan, pada Selasa (23/3) pukul 07.00 WIB, posisi koordinat siklon tropis Charlotte 16.0LS – 110.0BT atau sekitar 920 km sebelah selatan Cilacap.

Arah gerak barat – barat daya, dengan kecepatan 7 knots atau 12 km per jam. Bergerak menjauhi wilayah Indonesia. Kecepatan angin maksimum 55 knots atau 100 km per jam.

Menurut buletin Pusat Peringatan Siklon Tropis – Biro Meteorologi Australia, siklon tropis Charlotte terletak di Samudera Hindia di sebelah utara – barat laut Australia Barat dan terus berkembang.

Pada pukul 08.00 waktu setempat titik rendah tropis (Tropical Low) dengan jarak 840 km utara – barat laut Exmouth, dan bergerak ke barat daya dengan kecepatan 17 kilometer per jam.

Charlotte diperkirakan terus bergerak ke barat daya di lepas pantai Australia. Sistem ini diperkirakan tidak akan berdampak pada daratan Australia dalam empat hari ke depan.

Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama (Joint Typhoon Warning Center, JTWC) melalui layanan Zooom.earth, Senin (21/3) menginformasikan Charlotte terletak 889 km utara-barat laut Learmonth, Australia.

Siklon tropis Charlotte, bergerak ke barat daya dengan kecepatan 24 km per jam atau 13 knot, selama 6 jam terakhir.

Selama 6 jam terakhir, Charlotte telah melakukan sedikit pergeseran ke selatan dibandingkan trek perkiraan sebelumnya. Hal ini kemungkinan karena adanya punggungan dekat khatulistiwa tingkat menengah yang lebih kuat dari yang diantisipasi ke timur dan perpanjangan punggungan subtropis ke barat yang lebih lemah.

Jalur ke arah barat daya diperkirakan selama 24 jam ke depan. Setelah titik ini, punggungan subtropis masih diperkirakan akan bergerak ke barat dan ke selatan.

Sistem diperkirakan akan mendorong ke jalur barat-barat daya selama 3 hari ke depan, dan akan melemah saat bergerak ke barat.

Mengutip Weatherzone.com.au, Senin (21/3) siklon tropis Charlotte berkembang ke barat laut Australia, Senin pagi, menjadi siklon kedelapan di musim ini.

Pada Senin pagi, pukul 08.00, gambar satelit menunjukkan Charlotte sekitar 900 km barat laut Port Hedland. Sistem bergerak perlahan ke barat daya menjauh dari daratan Australia Barat.

Charlotte diperkirakan akan menguat dalam 12 hingga 24 jam ke depan dan dapat mencapai intensitas kategori dua pada Senin malam saat bergerak di atas perairan yang hangat.

Namun, intensifikasi ini akan berumur pendek, Charlotte diperkirakan akan melemah di bawah kekuatan siklon tropis pada Selasa (22/3) malam.

Exit mobile version