Darilaut – Baru saja dihantam siklon tropis Fytia, akhir Januari dan awal Februari, kini Madagaskar kembali akan dilewati Badai tropis Gezani.
Badai tropis Gezani terbentuk di barat daya Samudra Hindia, pada Minggu (8/2). Sistem ini berada di dekat Mauritius dan Saint-Denis Pulau Reunion Region Prancis di Samudra Hindia. Gezani diperkirakan mengarah ke Madagaskar, kemudian Mozambique Channel.
Saat ini Gezani terletak 270 km utara barat laut Pulau Mauritius, 298 km utara timur laut Saint-Denis dan 700 km timur Toamasina Madagaskar.
Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 3,7 meter (12 kaki), kata Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC).
JTWC memperkirakan sistem ini akan bergerak tidak menentu ke barat-barat laut selama 12 jam ke depan.
Setelah mencapai daratan, maksimum vortisitas tingkat menengah akan dengan cepat melintasi penghalang orografis Madagaskar tengah, dan muncul kembali di pantai barat Madagaskar atau di Mozambique Channel.
Sistem tersebut kemudian akan mengalami reorganisasi dengan cepat dan melanjutkan lintasan ke barat-barat daya, kata JTWC.
Gezani diperkirakan akan mengalami intensifikasi cepat (RI), dan berlanjut hingga mencapai daratan.
Perkiraan menunjukkan intensitas puncak 140 km per jam (75 knot), tetapi puncak sebenarnya kemungkinan akan mencapai 150–155 km per jam (80–85 knot) dan terjadi dalam 36 hingga 48 jam ke depan.
Sistem akan melemah dengan cepat saat melintasi Madagaskar, dan diperkirakan akan kembali terbentuk di Mozambique Channel. Sistem akan memulai fase RI sekunder saat melewati suhu permukaan laut yang sangat hangat, dengan geser angin rendah, dan aliran keluar ke arah kutub yang kuat.
Pada akhir Januari 2026, siklon tropis Fytia mendarat di pantai barat Madagaskar dengan kekuatan setara badai kategori 3. Fytia terbentuk sebagai badai tropis di Mozambique Channel, pada Jumat 30 Januari.
Sistem ini mendarat di dekat Soalala yang berhadapan dengan Mozambique Channel dan bergerak ke tenggara di daratan Madagaskar.
Fytia membawa angin kencang dan hujan lebat. Beberapa jam setelah mendarat, Fytia menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah di Madagaskar.
Kerusakan material yang signifikan tercatat: 4.646 rumah terendam banjir, 104 rumah rusak, dan 813 rumah hancur.
Sekitar dua puluh ruang kelas rusak (atapnya terlepas atau sebagian hancur), dan tiga lainnya hancur total.
Fytia tercatat sebagai badai terkuat yang melanda provinsi ini sejak Andry pada tahun 1983. Pusat (intin) badai mendarat di Tanjung Amparafaka, dekat kota Maroalika dan Soalala.
