Kerusakan material yang signifikan juga tercatat: 4.646 rumah terendam banjir, 104 rumah rusak, dan 813 rumah hancur.
Sekitar dua puluh ruang kelas rusak (atapnya terlepas atau sebagian hancur), dan tiga lainnya hancur total.
Mengutip Imazpress.com, Fytia mendarat di Provinsi Mahajanga, Madagaskar. Menurut Meteo France, siklon tropis ini “merupakan badai terkuat yang melanda provinsi ini sejak Andry pada tahun 1983.”
“Mata badai itu mendarat di Tanjung Amparafaka, dekat kota Maroalika dan Soalala, 75 km timur laut dari Tanjung Saint-André dan 120 km barat Mahajanga,” kata Meteo France.
Provinsi Mahajanga di barat laut Madagaskar mengalami kondisi cuaca yang sangat buruk dengan curah hujan yang sangat lebat, angin yang merusak, dan kondisi laut yang berbahaya.
Setelah berada di Samudra Hindia, menurut JTWC, Fytia diperkirakan akan terus bergerak ke arah tenggara. Dalam 12 hingga 18 jam, sistem ini akan sedikit menguat.
Selama 18 jam ke depan, Fytia akan melanjutkan jalur ke arah Tenggara. Selanjutnya, sistem ini akan mulai mengalami transisi subtropis sekitar 60 jam lagi.
Fytia diperkirakan akan meningkat intensitasnya menjadi 100 km per jam (55 knot) dalam 24 jam karena kondisi lingkungan sebagian besar tetap menguntungkan, kata JTWC.




