Darilaut – Siklon tropis Hayley yang terletak di selatan Nusa Tenggara Timur (NTT) dan barat laut Broome, Australia Barat, telah menguat menjadi kategori 2, pada Senin (29/12).
Hayley dapat memberikan dampak cuaca ekstrem di Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan NTT. Saat ini Hayley dengan jarak 534 dari selatan Pulau Sumba dan 692 km barat daya Kupan, NTT.
Menurut Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) siklon tropis Hayley memberikan dampak tidak langsung dalam 24 jam ke depan hingga 30 Desember 2025 pukul 07.00 WIB terhadap perairan wilayah di Indonesia.
Dampak tersebut berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Angin kencang di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, kata TCWC Jakarta.
Tinggi Gelombang kategori sedang (1,25 – 2,5 m) dapat terjadi di perairan selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur, perairan selatan Pulau Bali hingga Pulau Timor, Selat Bali – Lombok – Alas bagian selatan, dan Laut Sawu.
Tinggi Gelombang kategori tinggi (2,5 – 4,0 m) di wilayah Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur.
Pusat Peringatan Topan Gabungan (Joint Typhoon Warning Center/JTWC) mengatakan Hayley terletak 465 km barat laut Broome, Australia, dan telah bergerak ke selatan dengan kecepatan 11 km per jam (6 knot) selama 6 jam terakhir.
Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 4,6 meter (15 kaki).
Hayley diperkirakan akan bergerak ke Tenggara. Selanjutnya, dalam waktu sekitar 24 jam, Hayley diperkirakan akan berbelok ke timur.
Menurut JTWC pendaratan awal di sepanjang ujung semenanjung Dampier diperkirakan akan terjadi tepat setelah 36 jam dengan pendaratan akhir sekitar 6 jam kemudian.
Setelah pendaratan akhir, Hayley diperkirakan akan terus bergerak ke timur.
Mengenai intensitas, menurut JTWC, Hayley diperkirakan akan terus menguat selama 24 jam ke depan karena sistem tersebut memanfaatkan saluran aliran keluar ke arah kutub yang lebih kuat karena palung tingkat atas di selatan.
Intensitas puncak diperkirakan mencapai sekitar 140 km per jam (75 knot) dalam waktu sekitar 24 jam.
Setelah 24 jam, geser angin barat laut diperkirakan akan meningkat dengan cepat hingga sekitar 35 km/jam (20 knot), menyebabkan Hayley melemah saat mendekati pantai Kimberley, kata JTWC.
Setelah sistem tersebut mencapai daratan, interaksi medan akan mengikis pusaran dan menyebabkannya melemah di bawah 65 km per jam (35 knot) dalam 3 hari.
