Sabtu, Februari 14, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Siklon Tropis Hayley Terbentuk di Selatan NTT

redaksi
29 Desember 2025
Kategori : Berita
0
Siklon Tropis Hayley Terbentuk di Selatan NTT

Siklon tropis Hayley, pada Senin (29/12). GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut  – Siklon tropis Hayley terbentuk di selatan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin (29/12).

Sistem kategori 1 tersebut dengan jarak 480 km dari Pulau Sumba atau 654 km Kupang, NTT atau 465 km barat laut Broome, Australia Barat.

Hayley telah bergerak ke selatan dengan kecepatan 9 km per jam (5 knot) selama 6 jam terakhir. Tinggi

gelombang signifikan maksimum adalah 4,3 meter (14 kaki), kata Joint Typhoon Warning Center (JTWC) atau Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC).

JTWC memperkirakan Hayley akan bergerak ke tenggara, selama 24 jam ke depan. Selanjutnya, dalam waktu sekitar 24 jam, Hayley diperkirakan akan berbelok ke timur.

Pendaratan di ujung semenanjung Dampier diperkirakan akan terjadi dalam 36 hingga 48 jam dengan pendaratan akhir setelah 2 hari, kata JTWC.

Setelah pendaratan akhir, Hayley diperkirakan akan terus bergerak ke timur.

Mengenai intensitas, Hayley diperkirakan akan meningkat intensitasnya dengan cepat selama 24 jam ke depan karena sistem mulai memanfaatkan saluran aliran keluar ke arah kutub yang lebih kuat dan palung tingkat atas di selatan.

Menurut JTWC, intensitas puncak diperkirakan mencapai sekitar 140 km per jam (75 knot) dalam waktu sekitar 24 jam.

Setelah sistem mencapai daratan, kata JTWC, interaksi medan akan mengikis pusaran dan menyebabkannya melemah di bawah 65 km/jam (35 knot) dalam waktu sekitar 3 hari.

Tags: Australia BaratJTWCNusa Tenggara TimurSiklon TropisSiklon tropis Hayley
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo, Empat Warga Spanyol Dalam Pencarian

Next Post

Siklon Tropis Hayley di Selatan NTT Mengarah ke Australia Barat

Postingan Terkait

Siklon Tropis Gezani Menewaskan 40 Orang di Madagaskar, Saat Ini Terletak di Dekat Pantai Mozambik

Siklon Tropis Gezani Menewaskan 40 Orang di Madagaskar, Saat Ini Terletak di Dekat Pantai Mozambik

13 Februari 2026
Penyumbang Ekspor Terbesar Provinsi Gorontalo Pelet Kayu, Bukan Jagung dan Ikan

Penyumbang Ekspor Terbesar Provinsi Gorontalo Pelet Kayu, Bukan Jagung dan Ikan

13 Februari 2026

Siklon Tropis Gezani Mendekati Pesisir Selatan Mozambik

Tahun 2025 Ekspor Pelet Kayu Asal Provinsi Gorontalo Meningkat Menjadi 313,9 Ribu Ton

Indonesia Masih Puncak Musim Hujan, Cuaca Lebaran 2026 Relatif Kondusif

La Nina, Monsun Asia dan Fenomena MJO Berpotensi Meningkatkan Curah Hujan di Indonesia

Hujan Masih Mendominasi Kondisi Cuaca Indonesia Hari Ini Hingga 19 Februari

Siklon Tropis Gezani Memulai Reorganisasi, Makin Menguat di Mozambique Channel

Next Post
Siklon Tropis Hayley di Selatan NTT Mengarah ke Australia Barat

Siklon Tropis Hayley di Selatan NTT Mengarah ke Australia Barat

TERBARU

Siklon Tropis Gezani Menewaskan 40 Orang di Madagaskar, Saat Ini Terletak di Dekat Pantai Mozambik

Penyumbang Ekspor Terbesar Provinsi Gorontalo Pelet Kayu, Bukan Jagung dan Ikan

Siklon Tropis Gezani Mendekati Pesisir Selatan Mozambik

Tahun 2025 Ekspor Pelet Kayu Asal Provinsi Gorontalo Meningkat Menjadi 313,9 Ribu Ton

Indonesia Masih Puncak Musim Hujan, Cuaca Lebaran 2026 Relatif Kondusif

La Nina, Monsun Asia dan Fenomena MJO Berpotensi Meningkatkan Curah Hujan di Indonesia

AmsiNews

REKOMENDASI

Topan Yinxing Bergerak Perlahan di Timur Luzon Utara

Komoditas Perikanan Salah Satu yang Berandil Penyumbang Garis Kemiskinan di Gorontalo

Bencana Iklim: Produksi Bahan Bakar Fosil Meningkat

Sejarah Panjang Ilmu Astronomi di Indonesia

Penggunaan Obat Herbal Dapat Menyembuhkan Penyakit dan Lebih Murah

Gempa Kuat Kembali Mengguncang Majene

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2023 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2023 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.