Selasa, Mei 5, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Siklon Tropis Hayley Terbentuk di Selatan NTT

redaksi
29 Desember 2025
Kategori : Berita
0
Siklon Tropis Hayley Terbentuk di Selatan NTT

Siklon tropis Hayley, pada Senin (29/12). GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut  – Siklon tropis Hayley terbentuk di selatan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin (29/12).

Sistem kategori 1 tersebut dengan jarak 480 km dari Pulau Sumba atau 654 km Kupang, NTT atau 465 km barat laut Broome, Australia Barat.

Hayley telah bergerak ke selatan dengan kecepatan 9 km per jam (5 knot) selama 6 jam terakhir. Tinggi

gelombang signifikan maksimum adalah 4,3 meter (14 kaki), kata Joint Typhoon Warning Center (JTWC) atau Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC).

JTWC memperkirakan Hayley akan bergerak ke tenggara, selama 24 jam ke depan. Selanjutnya, dalam waktu sekitar 24 jam, Hayley diperkirakan akan berbelok ke timur.

Pendaratan di ujung semenanjung Dampier diperkirakan akan terjadi dalam 36 hingga 48 jam dengan pendaratan akhir setelah 2 hari, kata JTWC.

Setelah pendaratan akhir, Hayley diperkirakan akan terus bergerak ke timur.

Mengenai intensitas, Hayley diperkirakan akan meningkat intensitasnya dengan cepat selama 24 jam ke depan karena sistem mulai memanfaatkan saluran aliran keluar ke arah kutub yang lebih kuat dan palung tingkat atas di selatan.

Menurut JTWC, intensitas puncak diperkirakan mencapai sekitar 140 km per jam (75 knot) dalam waktu sekitar 24 jam.

Setelah sistem mencapai daratan, kata JTWC, interaksi medan akan mengikis pusaran dan menyebabkannya melemah di bawah 65 km/jam (35 knot) dalam waktu sekitar 3 hari.

Tags: Australia BaratJTWCNusa Tenggara TimurSiklon TropisSiklon tropis Hayley
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo, Empat Warga Spanyol Dalam Pencarian

Next Post

Siklon Tropis Hayley di Selatan NTT Mengarah ke Australia Barat

Postingan Terkait

UNG Berkolaborasi dengan Pegadaian Hadirkan The Gade Creative Lounge

UNG Berkolaborasi dengan Pegadaian Hadirkan The Gade Creative Lounge

5 Mei 2026
Krisis di Pantura Jawa Diperparah Kenaikan Muka Air Laut dan Penurunan Tanah

Krisis di Pantura Jawa Diperparah Kenaikan Muka Air Laut dan Penurunan Tanah

5 Mei 2026

65,8 Persen Pantai Utara Jawa Mengalami Erosi

Dr. Raghel Yunginger: Pencapaian SDGs di Daerah Belum Optimal

Tarsius yang Ditemukan di Gorontalo Berpotensi Hasil Persilangan Dua Spesies Berbeda

PBB Mendesak Agar Serangan Terhadap Pekerja Media dan Jurnalis Diakhiri

Asia Selatan Bersiap Menghadapi Curah Hujan di Bawah Normal dan El Nino

Dinamika Atmosfer: Suhu Panas dan Hujan Tidak Merata

Next Post
Siklon Tropis Hayley di Selatan NTT Mengarah ke Australia Barat

Siklon Tropis Hayley di Selatan NTT Mengarah ke Australia Barat

TERBARU

UNG Berkolaborasi dengan Pegadaian Hadirkan The Gade Creative Lounge

Krisis di Pantura Jawa Diperparah Kenaikan Muka Air Laut dan Penurunan Tanah

65,8 Persen Pantai Utara Jawa Mengalami Erosi

Dr. Raghel Yunginger: Pencapaian SDGs di Daerah Belum Optimal

Tarsius yang Ditemukan di Gorontalo Berpotensi Hasil Persilangan Dua Spesies Berbeda

PBB Mendesak Agar Serangan Terhadap Pekerja Media dan Jurnalis Diakhiri

AmsiNews

REKOMENDASI

4 Media Nasional dan 6 Universitas Kolaborasi Pengembangan Sahabat-AI

Jaga Kesehatan Laut, KKP Perketat Izin Pemanfaatan Ruang Laut

Topan Kalmaegi Menghantam Sejumlah Wilayah Daratan Filipina

Mengurai Karbon Biru di Ekosistem Mangrove dan Lamun

BMKG Perkuat Peringatan Dini dan Antisipasi Dampak Bencana Hidrometeorologi

Pencarian Keluarga Orca di Wellington Melalui Laut dan Udara

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.