Siklon Tropis Narelle Berkembang di Barat Laut Broome Australia Barat, Samudra Hindia

Siklon Tropis (Tropical Cyclone) Narelle di dekat Australia Barat, Samudra Hindia, pada Rabu (25/3) pagi. GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut – Siklon Tropis Narelle (Tropical Cyclone) yang terbentuk dari Laut Koral (Coral Sea) bagian utara di Pasifik Selatan berkembang kembali di barat laut Broome, Australia Barat, Samudra Hindia, pada Rabu (25/3) pagi.

Siklon Tropis Narelle telah berkembang kembali menjadi siklon tropis dan bergerak menjauh dari pantai Kimberley, kata Biro Meteorologi (Bureau of Meteorology, BoM) Australia, dalam buletin informasi yang dikeluarkan Rabu pukul 05.00 pagi waktu setempat.

Dengan intensitas kategori 1, system ini mengemas angin kencang di dekat pusat badai 75 kilometer per jam dengan hembusan angin hingga 100 kilometer per jam.

Menurut Biro Meteorologi, zona peringatan berada di Cape Leveque hingga selatan Beagle Bay, dan Bidyadanga hingga Mardie, termasuk Port Hedland dan Karratha, sedangkan zona pengawasan di Mardie hingga Cape Cuvier, termasuk Onslow, Exmouth, dan Coral Bay.

Narelle yang bergerak ke barat daya dengan kecepatan 23 kilometer per jam dengan jarak 195 kilometer barat laut Broome dan 445 kilometer utara timur laut Port Hedland.

Biro Meteorologi memperkirakan Narelle akan mencapai intensitas kategori 3 pada Rabu malam atau Kamis (26/3). Angin kencang dapat meluas ke pantai sementara Narelle tetap berada di perairan utara Pilbara.

Narelle telah bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan 20 km per jam (11 knot) selama 6 jam terakhir. Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 5,5 meter (18 kaki), kata Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC).

JTWC mengatakan intensitas puncak diperkirakan mencapai 185 km per jam (100 knot). Setelah itu, peningkatan geser angin dan masuknya udara kering secara bertahap akan mulai melemahkan sistem secara perlahan tepat sebelum mencapai daratan.

Sistem ini diperkirakan akan mencapai daratan dengan intensitas 175 km per jam (95 knot), kemudian dengan cepat turun menjadi 140 km per jam (75 knot).

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Narelle masih dapat memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan hingga 25 Maret 2026 pukul 19.00 WIB.

Dampak tersebut, kata BMKG, berupa hujan sedang – lebat di Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Kemudian, angin Kencang di Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Tinggi gelombang kategori sedang (1,25 – 2,5 m) di Laut Arafura bagian barat, perairan Kepulauan Semata hingga Kepulauan Leti, Laut Sawu, perairan selatan Pulau Bali hingga Pulau Sumbawa, perairan selatan Jawa Timur, Samudra Hindia selatan Bali, dan Samudra Hindia selatan Jawa Timur.

Gelombang kategori tinggi (2,5 – 4,0 m) di Samudera Hindia Selatan Nusa Tenggara Barat hingga Nusa Tenggara Timur, kata BMKG.

Siklon Tropis Narelle terbentuk di Laut Koral pada Selasa (17/3). Siklon Tropis Narelle kemudian menguat menjadi kategori 2, 3, 4 hingga mencapai kategori 5 di sebelah timur Semenanjung Cape York, utara Queensland, Australia.

Narelle telah bergerak sekira 4.000 km dari Laut Koral (Coral Sea) bagian utara di Pasifik Selatan hingga mendapai Samudra Hindia, di dekat Australia Barat.

Exit mobile version