Siklon Tropis Sedang Berkembang di Utara Barat Laut Palau

Ilustrasi bibit siklon tropis. GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut – Depresi Tropis saat ini sedang berkembang di utara barat laut Palau, Laut Filipina, Samudra Pasifik barat, pada Rabu (24/9). Siklon tropis ini diperkirakan akan menguat menjadi badai tropis (tropical storm) di timur Filipina.

Depresi tropis dengan nama Filipina “Opong” mempertahankan kekuatannya dan terus bergerak ke barat daya.

”Opong diperkirakan akan bergerak ke arah barat daya dalam 12 jam ke depan sebelum berbelok ke barat laut saat mendekati Visayas Timur – wilayah Luzon Selatan,” kata PAGASA (Philippine Atmospheric, Geophysical and Astronomical Services Administration – Layanan Administrasi Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina) dalam buletin informasi yang dikeluarkan Selasa pukul 23.00 waktu setempat.

PAGASA memperkirakan siklon tropis ini akan mendarat di Wilayah Bicol pada hari Jumat (26/9) dan  akan melintasi wilayah Luzon Selatan mulai Jumat sore hingga Sabtu (27/9).

Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) mengatakan 26W terletak 1545 km di timur-tenggara Manila, Filipina, dan telah bergerak ke arah barat dengan kecepatan 20 km per jam (11 knot) selama 6 jam terakhir.

Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 3,7 meter (12 kaki), kata JTWC.

Secara umum 26W diperkirakan akan bergerak ke arah barat laut. JTWC memperkirakan pendaratan awal akan terjadi dalam waktu sekitar 60 jam ke depan, di dekat Legazpi.

Sikkon tropis ini kemudian muncul di Laut Cina Selatan dan akan bergerak ke barat laut dan selatan Hainan.

Mengenai intensitas, Topan 26W diperkirakan akan terus meningkat selama 2 hari ke depan hingga mencapai sekitar 100 km per jam (55 knot) sebelum mencapai pendaratan pertama.

Interaksi dengan Filipina tengah akan memperburuk sistem untuk sementara waktu. Kemudian setelah 3 hari, kondisi di Laut Cina Selatan akan kondusif dengan geseran rendah, yang memungkinkan Topan 26W untuk kembali menguat.

Kondisi di Teluk Tonkin bagian selatan diperkirakan akan sangat mendukung dengan suhu permukaan laut yang sangat hangat, memungkinkan siklon tropis ini menguat hingga mencapai intensitas topan.

Menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA) siklon tropis ini mengarah ke barat dengan kecepatan 15 km per jam (7 knot).

Tekanan udara pada pusatnya 1002 hPa (hektopaskal), kata JMA.

Kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 15 meter per detik (30 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 23 meter per detik (45 knot).

Exit mobile version