Guswanto mengatakan hingga Sabtu tanggal 24 April 2021, typhoon Surigae diprediksi masih bertahan di perairan Samudera Pasifik Barat. Posisi berada di wilayah sebelah timur Filipina dengan intensitas yang semakin melemah.
Dampak signifikan cuaca dan gelombang ekstrem dari eksistensi typhoon Surigae ini terjadi di wilayah Filipina.
Typhoon Surigae posisinya sudah sangat jauh dari wilayah Indonesia. Tetapi dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan gelombang di wilayah Indonesia masih dapat terjadi dalam 24 jam ke depan.
Seperti potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat, disertai kilat (petir), serta angin kencang di wilayah Laut Sulu dan dan Laut Sulawesi. Dampak hujan di wilayah daratan tidak signifikan.
Tinggi Gelombang 1,25 – 2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Makassar bagian utara, Laut Sulawesi, perairan Kepulauan Sangihe, perairan selatan Kepulauan Talaud, perairan Kepulauan Sitaro.
Kemudian di perairan Bitung – Likupang, Laut Maluku bagian utara, perairan barat dan utara Kepulauan Halmahera.
Selanjutnya di Laut Halmahera, perairan utara Papua Barat hingga Papua, Samudra Pasifik utara Papua Barat hingga Papua.
Tinggi Gelombang 2,5 – 4 meter berpeluang terjadi di perairan utara Kepulauan Talaud dan Samudera Pasifik utara Halmahera.





Komentar tentang post