Sinyal Galileo Verifikasi Jamming dan Spoofing

Gambaran fotorealistik Satelit Galileo Generasi Pertama yang mengorbit Bumi pada ketinggian sekitar 23.000 km. FOTO: EUROPEAN COMMISSION

Darilaut – Untuk menghindari jamming (gangguan sinyal) dan spoofing (sinyal palsu) Layanan Autentikasi Sinyal atau Signal Authentication Service (SAS) Galileo menambah lapisan kepercayaan baru. Autentikasi atau proses verifikasi identitas pengguna ini dapat menghindari manipulasi.

Bayangkan sebuah kapal yang sedang berlayar di laut, drone yang terbang secara otonom, atau layanan darurat yang sedang mengoordinasikan respons. Semuanya bergantung pada navigasi satelit untuk mengetahui lokasi mereka dan kapan harus bertindak.

Sekarang, bayangkan jika sinyal yang mereka terima ternyata tidak asli. Seseorang dapat memancarkan sinyal palsu dan membuat sistem meyakini bahwa ia berada di lokasi yang berbeda, tanpa pengguna menyadari adanya masalah. Hal ini dikenal sebagai spoofing.

Melansir eu-space.europa.eu, seiring dengan meningkatnya ketergantungan Eropa pada teknologi digital dan navigasi satelit, perlindungan terhadap sinyal-sinyal ini bukan lagi sekadar masalah teknis.

Ini menyangkut keamanan, ketahanan, dan kedaulatan Eropa. Sektor transportasi, telekomunikasi, energi, logistik, dan layanan darurat—semuanya bergantung, baik secara langsung maupun tidak langsung, pada penentuan posisi dan waktu yang tepercaya.

Jika layanan-layanan ini dapat dimanipulasi, dampaknya bisa jauh lebih serius daripada sekadar menampilkan lokasi yang salah pada peta.

Di sinilah peran autentikasi SAS Galileo. Layanan ini memberikan cara bagi pengguna dengan perangkat yang kompatibel untuk memeriksa apakah sinyal Galileo yang mereka terima adalah sinyal asli.

Sederhananya, layanan ini menambahkan lapisan kepercayaan baru. Galileo tidak hanya memberi tahu lokasi Anda, tetapi juga membantu memastikan bahwa informasi yang Anda terima dapat dipercaya.

Dan ini bukan lagi sekadar gagasan. Pada tanggal 16 September, Galileo SAS diuji coba dalam demonstrasi di dunia nyata.

Selama dua jam, lima satelit Galileo yang beroperasi memancarkan sinyal yang dapat diautentikasi, dan untuk pertama kalinya, sebuah penerima GNSS sipil mampu mengautentikasi posisi dan waktunya menggunakan sinyal-sinyal tersebut.

Berkat konsep Galileo SAS—yang dikembangkan berdasarkan Galileo OSNMA (Open Service Navigation Message Authentication) yang telah beroperasi sejak 2025—penerima tersebut mampu memverifikasi keaslian informasi yang dipancarkan oleh satelit maupun pengukuran jarak (ranging) yang digunakan untuk menghitung posisinya.

Bagian terpenting dari demonstrasi ini berlangsung di Andøya, Norwegia, dalam acara Jammertest, di mana dilakukan uji coba jamming dan spoofing melalui udara dalam kondisi terkendali. Hal ini menciptakan kesempatan unik untuk mengamati apa yang terjadi ketika sistem berada di bawah tekanan.

Hasilnya sesuai dengan perkiraan. Penerima sinyal konvensional terkecoh oleh spoofing tersebut dan melaporkan posisi yang salah.

Namun, penerima Galileo SAS berhasil terhindar dari serangan spoofing (pemalsuan sinyal) dengan mengandalkan sinyal yang terautentikasi.

Inilah alasan mengapa autentikasi itu penting. Di dunia di mana penentuan posisi dan waktu telah menjadi bagian dari infrastruktur ekonomi dan masyarakat kita, kita tidak hanya membutuhkan informasi yang akurat, tetapi juga informasi yang dapat dipercaya.

Galileo memberikan Eropa sumber penentuan posisi dan waktu yang independen. SAS menambahkan lapisan keamanan dan ketahanan ekstra, membantu melindungi infrastruktur tersebut dari upaya manipulasi.

Pencapaian ini juga merupakan kisah keberhasilan Eropa yang melibatkan Badan UE untuk Program Antariksa (EUSPA) selaku penyedia layanan Galileo; Badan Antariksa Eropa (ESA) selaku arsitek utama segmen darat dan antariksa inti Galileo; serta Komisi Eropa (DEFIS) selaku manajer Program Galileo dengan dukungan dari Pusat Penelitian Bersama (Joint Research Centre – JRC).

Secara bersama-sama, upaya-upaya ini menunjukkan hasil nyata dari kerja sama Eropa. Galileo bukan sekadar soal mengetahui lokasi kita berada. Ini tentang membangun kapabilitas Eropa yang dapat kita andalkan, percayai, dan lindungi seiring dengan semakin terhubungnya masyarakat kita dan meningkatnya ketergantungan pada layanan berbasis antariksa.

Exit mobile version