Darilaut – Tipe virus corona strain baru, SARS-CoV-2, penyebab penyakit Covid-19 di Indonesia ternyata memiliki perbedaan dengan tiga tipe utama lainnya.
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan, tipe virus Covid-19 yang ada di Indonesia berbeda dengan di negara lain. Penyebabnya adalah mutasi. Ini tentu saja berimbas pada pembuatan vaksin.
Dilansir Klikdokter.com, genome virus corona di Indonesia tak termasuk tiga tipe yang ada di dunia
Temuan tentang perbedaan virus corona di Tanah Air ini dikemukakan oleh Bambang saat rapat dengan Komisi VI, VII, dan IX DPR.
Menurut Bambang, Indonesia telah mengirimkan tiga whole genome sequencing (WGS) untuk melihat karakter Covid-19.
(Catatan: Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman melalui akun Twitter @eijkman_inst mengatakan, berhasil untuk pertama kalinya menyelesaikan pemetaan sekuen asam nukleat RNA penyusun genom virus SARS-CoV-2 (coronavirus) dari Indonesia. Data awal dari 3 isolat ini akan sangat bermanfaat bagi penelitian lanjutan terkait epidemiologi (bagaimana virus berevolusi dan menyebar), pengembangan vaksin, dan obat antivirus)
WGS ini yang pertama dikirimkan Indonesia ke GISAID. GISAID adalah organisasi nirlaba yang menyediakan akses publik tentang koleksi paling lengkap data urutan genetik virus influenza, serta data klinis dan epidemiologi yang terkait lewat database.
“Tadi pagi kami sudah mendapat update dari Prof Amin Subandrio, Kepala Eijkman, mengenai analisa dari 3 WGS yang dikirim ke Indonesia. Sejauh ini, dari informasi GISAID, ada tiga tipe COVID-19 yang ada di dunia, ada tipe S, tipe G, dan tipe V,” kata Bambang.
Menurut Bambang, di luar tiga tipe itu ada yang disebut sebagai tipe lain, yang belum teridentifikasi. Ternyata whole genome sequences yang dikirim Indonesia termasuk kategori yang lainnya.
Virus Corona di Indonesia Bermutasi
Perbedaan tipe virus corona di Indonesia bukan tanpa alasan. Menurut penjelasan Kepala Lembaga Biologi Molekular Eijkman, Amin Soebandrio, hal ini bisa terjadi karena adanya mutasi.
Mutasi suatu hal yang biasa terjadi dalam kehidupan virus sebagai cara untuk mereka bertahan.
“Semua virus itu sudah mutasi, karena kalau tidak bermutasi maka tidak berbeda,” kata Amin seperti dikutip dari Detik.com.
Hal serupa juga diungkapkan oleh dr. Devia Irine Putri. Banyak faktor yang menyebabkan virus bermutasi. Hanya pemeriksaan PCR yang bisa mengecek virus bermutasi atau tidak.
“Mungkin saja bermutasi. Banyak faktor yang menyebabkan virus corona bermutasi, bisa untuk bertahan diri, entah dari faktor tubuh penderitanya atau dari faktor lingkungan,” kata Devia kepada KlikDokter.
“Tapi kalau lihat mutasi harus dicek PCR untuk tahu ini berbeda dari yang virus corona awal atau tidak. Sebab, dari PCR kita bisa lihat materi genetik DNA dan RNA-nya,” ujarnya.*
Sumber: Klikdokter.com dan Twitter @eijkman_inst
