Darilaut – Sejak pertama kali ditemukan di Wuhan, Tiongkok, virus corona sudah 10 kali bermutasi. Para ahli memprediksi virus corona kemungkinan masih dapat menyerang lagi setiap tahun, seperti flu musiman.
Dilansir Klikdokter.com, saat ini, vaksin virus corona tengah berlomba-lomba dibuat oleh para ahli. Bahkan, beberapa sudah diuji coba ke manusia. Tetapi, Covid-19 ini ternyata bisa bermutasi, sehingga menyulitkan proses pembuatan vaksin.
Ada kemungkinan, beberapa virus yang bermutasi bisa kebal terhadap vaksin tersebut. Dengan kondisi tersebut menyebabkan pengembangan vaksin diprediksi akan menjadi sulit.
Meski begitu, vaksin virus corona sedang dinantikan oleh seluruh dunia. Hingga saat ini, pengembangan vaksin, baru masuk tahap uji coba.
Terdapat sedikit tantangan pada uji coba, karena virus mengalami mutasi beberapa kali. Dikhawatirkan, mutasi ini akan menyebabkan vaksin semakin sulit dikembangkan.
Sejak ditemukan virus corona tipe pertama di Wuhan, sekarang peneliti sudah menemukan 11 variasi penyakit ini dan sudah 10 kali bermutasi.
Beberapa Covid-19 yang bermutasi ditemukan sangat efisien atau mudah memasuki paru-paru manusia.
Bahkan, penelitian menganggap mutasi virus corona jenis A2a lebih “jago” menginfeksi manusia daripada SARS-CoV yang membunuh 800 orang dan menginfeksi 8000 orang satu dekade lalu.





Komentar tentang post