Darilaut – Suhu permukaan laut atau sea surface temperatures (SST) di Eropa mencapai rekor tertinggi di bulan Juli 2026. Dengan kondisi seperti itu dapat menyebabkan gangguan pada biota laut. Selain itu, SST yang tinggi dapat memengaruhi fenomena iklim regional.
WWA meninjau empat wilayah berbeda yang mengalami suhu permukaan laut sangat tinggi tahun ini: Celtic dan Selat Bristol; Teluk Biscay dan Semenanjung Iberia; Mediterania Barat dan Mediterania Timur.
Berikut ini temuan utama World Weather Attribution (WWA) yang telah melakukan analisis suhu permukaan laut di Eropa.
• Suhu permukaan laut (SST) yang sangat tinggi dan gelombang panas laut memiliki dampak bencana bagi ekosistem laut, yang menyebabkan kematian massal pada spesies pembentuk habitat seperti karang, spons, dan makroalga. Hilangnya spesies fondasi semacam itu berdampak pada struktur dan fungsi seluruh ekosistem. Dengan demikian, peristiwa kematian massal akibat panas ekstrem dapat memicu kematian massal lebih lanjut di sepanjang rantai makanan yang melibatkan invertebrata, ikan, burung laut, dan mamalia laut.
• Gelombang panas laut dapat membuat kondisi lokal menjadi semakin tidak sesuai bagi spesies laut yang beradaptasi dengan suhu historis, sehingga mendorong pergeseran sebaran spesies, perubahan komposisi komunitas, dan penggantian spesies oleh organisme yang lebih toleran terhadap suhu hangat. Dampak ini bisa sangat terasa pada spesies bentik dan demersal yang memiliki kemampuan terbatas untuk berpindah ke lokasi dengan suhu yang lebih sesuai, sehingga menjadikan ekosistem dasar laut sangat rentan terhadap pemanasan dan suhu ekstrem.




