Suhu permukaan laut Komponen Penting Dalam Sistem Iklim

Suhu permukaan laut sebagai salah satu pendorong utama sirkulasi lautan dan menjadi komponen penting dalam sistem iklim. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Suhu permukaan laut (Sea surface temperature – SST) menjadi komponen penting dalam sistem iklim dan mempunyai pengaruh besar terhadap interaksi antara lautan dan atmosfer.

Suhu permukaan laut juga sebagai salah satu pendorong utama sirkulasi lautan. Ini sangat penting untuk model prediksi cuaca dan lautan secara numerik.

Rentang frekuensi 6/7 gigahertz (GHz) — sesuai dengan sensitivitas puncak SST — saat ini digunakan untuk penginderaan jauh pasif dari satelit.

Berdasarkan agenda Komunikasi Radio Dunia atau World Radio Communication (WRC)-23 item 1.2, pita frekuensi 6 425-7 075 MHz dan 7 075-7 250 MHz diidentifikasi untuk International Mobile Telecommunications (IMT).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengukuran SST bisa sangat terhambat oleh penyebaran tersebut.

Untuk memitigasi risiko ini, Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) telah mengidentifikasi pita potensial lainnya untuk pengukuran SST yang dapat digunakan dalam kombinasi dengan rentang 6/7 GHz.

Agenda baru untuk WRC-27 diperoleh untuk mempelajari kemungkinan alokasi primer baru untuk Layanan Satelit Eksplorasi Bumi (pasif) di pita 4 200-4 400 MHz dan 8 400-8 500 MHz.

Agenda baru ini memberikan bantuan bagi pengukuran Suhu Permukaan Laut yang sangat penting untuk Prediksi Cuaca Numerik.

WMO secara umum menyambut baik pembaruan penting terhadap perjanjian internasional mengenai pita frekuensi radio. Hal ini sangat penting untuk prakiraan cuaca dan peringatan dini, serta pemantauan iklim serta layanan “cuaca luar angkasa”.

Dalam siaran pers WMO Senin (18/12) konferensi Komunikasi Radio Dunia di Dubai berakhir pada tanggal 15 Desember setelah empat minggu negosiasi telah memperbarui Peraturan Radio (Radio Regulations), perjanjian global yang mengatur spektrum radio dan orbit satelit.

Selain suhu permukaan laut, awan es yang menutupi lebih dari 33% permukaan bumi, memiliki dampak penting terhadap iklim bumi dan siklus hidrologi dengan mempengaruhi curah hujan, struktur atmosfer, dan proses awan.

Karena itu, sangat diperlukan pengukuran global terhadap sifat-sifat awan es, termasuk jalur air es dan distribusi ukuran partikel es.

Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini untuk sensor gelombang mikro pasif, pengukuran awan es akan menutup kesenjangan dalam portofolio pengukuran atmosfer.

WMO menyambut baik alokasi layanan satelit eksplorasi bumi (pasif) baru pada frekuensi 239,2-242,2 GHz dan 244,2-247,2 GHz yang penting bagi instrumen penginderaan jauh gelombang mikro pasif guna mengakomodasi persyaratan pengukuran awan es.

Hasil penting bagi WMO juga adalah alokasi layanan satelit eksplorasi Bumi baru (aktif) pada 40-50 MHz yang diperoleh setelah perdebatan panjang untuk cakupan Antartika dan kutub Utara.

Exit mobile version