Darilaut – Kejadian banjir bandang terjadi di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, pada Selasa (26/5) pukul 16.00 Wita.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat peristiwa tersebut dipicu oleh hujan lebat dengan durasi lama dan mengakibatkan meluapnya Sungai Didingga hingga mencapai ketinggian muka air 40 hingga 200 cm.
Banjir bandang itu menerjang lima desa di Kecamatan Biau, yakni Desa Biau, Bualo, Omuto, Didingga dan Luhuto.
Sebagai upaya penanganan darurat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo Utara diturunkan untuk melakukan asesmen, petugas juga membantu warga mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih aman.
Adapun kondisi terkini, air mulai surut seiring curah hujan yang mulai menurun, namun petugas tetap disiagakan untuk antisipasi banjir susulan.
Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Sosial, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinsosdukcapil), langsung melakukan asesmen terhadap warga terdampak sekaligus membangun dapur umum untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di lokasi bencana.
Banjir bandang yang terjadi pada Selasa malam mengakibatkan rumah warga rusak, harta benda hanyut terbawa arus, serta ternak milik masyarakat ikut terdampak.
Berdasarkan data laporan yang masuk di Posko Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinsosdukcapil Provinsi Gorontalo, terdapat lima desa yang terdampak cukup parah akibat banjir bandang tersebut. Total keseluruhan warga terdampak mencapai 820 kepala keluarga atau 3.034 jiwa.
Desa Didingga sebanyak 200 kepala keluarga (269 jiwa), Desa Omuto 168 kepala keluarga (562 jiwa), Desa Bualo 212 kepala keluarga (771 jiwa). Kemudian Desa Biau 188 kepala keluarga (717 jiwa), serta Desa Luhuto 52 kepala keluarga (715 jiwa).
Kepala Dinas Sosial, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Gorontalo Reflin Buata menjelaskan bahwa saat ini Tim Tagana bersama pilar-pilar sosial lainnya telah berada di lokasi untuk menyiapkan berbagai kebutuhan mendesak bagi para penyintas banjir.
Banjir dan Longsor di Bone Bolango
Banjir bandang dan longsor menerjang Kabupaten Bone Bolango, pada Selasa (26/5). Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bone Bolango, Achril Yoan Babyonggo, mengatakan banjir bandang dan tanah longsor menerjang wilayah pesisir Desa Muara Bone, Kecamatan Bone.
Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi sejak Selasa malam (26/5), memicu pergerakan tanah dan luapan air sungai yang berdampak serius pada pemukiman warga.
Banjir merendam sedikitnya 35 unit rumah warga, serta mengakibatkan 1 unit rumah milik warga hancur total dan hanyut terbawa derasnya arus material.
Achril mengatakan musibah ini sempat menelan satu korban luka berat yang terseret arus longsor hingga ke laut. Korban berhasil diselamatkan berkat aksi cepat dan kesigapan warga yang langsung melakukan pencarian di tengah situasi darurat.
BPBD Provinsi Gorontalo melakukan pendataan wilayah terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Gorontalo Utara dan Bone Bolango.
Dua wilayah kabupaten di Provinsi Gorontalo dilanda bencana akibat cuaca ekstrem secara bersamaan.
Analis Kebencanaan BPBD Provinsi Gorontalo Moh. Tahir Laendeng mengatakan lima desa di Kecamatan Biau Kabupaten Gorontalo Utara terdampak banjir. Sementara di Kecamatan Bone Kabupaten Bone Bolango satu desa yang terdampak banjir dan longsor.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah maupun kering.
Selalu pantau informasi cuaca, jaga kondisi tubuh, amankan lingkungan sekitar dari potensi bahaya seperti ranting pohon yang lapuk, saluran air yang tersumbat serta menyiapkan tas siaga bencana untuk keluarga.
