Survei ini merupakan langkah strategis agar BMKG terus dapat memperkuat kualitas observasi, prediksi, dan layanan meteorologi maritim.
”Data dan pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan ini harus memberikan manfaat nyata bagi operasional,” ujar Faisal saat melepas sekaligus memberikan pembekalan kepada Tim Survei Meteo-Oseanografi Terpadu Selat Sunda di Kantor Pusat BMKG, Jakarta, Senin (14/9).
Faisal mengingatkan seluruh personel yang terlibat agar selalu mengutamakan keselamatan selama pelaksanaan survei. Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan harus dilaksanakan dengan standar keamanan yang tinggi tanpa mengurangi kualitas pengamatan ilmiah di lapangan.
“Harapan saya, seluruh tim survei dapat berangkat, menunaikan tugas negara, dan kembali ke markas dengan sehat, selamat, serta membawa hasil data yang berkontribusi nyata bagi penguatan layanan bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Agie Wandala Putra, menjelaskan bahwa survei ini menjadi bagian dari upaya verifikasi dan validasi sistem informasi meteorologi maritim yang dikembangkan dan dioperasikan BMKG.
Tujuan dari kegiatan survei tersebut dilakukan untuk memperoleh data meteorologi dan oseanografi secara langsung (in-situ) di perairan Selat Sunda.
Data hasil pengamatan lapangan akan dimanfaatkan untuk memperkuat sistem observasi dan prakiraan meteorologi-oseanografi BMKG di Selat Sunda guna mendukung pemantauan dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau terhadap kondisi laut dan atmosfer secara lebih akurat, terpadu, dan berkelanjutan.



