Darilaut – Pondasi bangunan hampir rampung. Di samping dan bagian belakang mulai tersusun dinding berbahan batu bata.
Pada Minggu (12/10) pagi, terlihat besi pondasi, tumpukan kerikil, pasir, batu besar, satu truk, ekskavator dan material lainnya di lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo.
Pekerjaan ini berjalan seperti biasa, kata seorang warga Leato Selatan.
Proyek Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu tak jauh dari pelabuhan feri Gorontalo, tempat mengangkut penumpang dan barang untuk menyeberangi Teluk Tomini.
Leato Selatan adalah salah satu lokasi Kampung Nelayan Merah Putih di Indonesia. Di papan pengumuman proyek yang ada di dekat jalan tampak logo KKP beserta alamat, dengan tulisan “Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kelurahan Leato Selatan Kecamatan Dumbo Kota Gorontalo.”
Program prioritas ini dengan no kontrak: B.5258/DJPT. 6/PI.420/PPK/IX/2025 dan nilai kontrak Rp. 11.208.847.000, sumber dana APBN 2025.
Pelaksanaan pembangunan ini berlangsung selama 112 hari kalender dengan waktu pemeliharaan 180 hari kalender.
Pembangunan di Leato Selatan dengan kontraktor pelaksana sebagai penyedia jasa PT Nila Nasra Nina, konsultan pengawas PT Paradighuna Dwipantara Loka dan konsultan perencana PT Bina Mitra Wahana.




